Chromebook memang sudah punya jalur yang cukup jelas untuk bermain game, tetapi hasilnya sangat bergantung pada jenis game yang dijalankan. Saat game ringan atau yang cocok dengan ekosistem ChromeOS, perangkat ini masih bisa memberi pengalaman yang nyaman.
Batasnya mulai terasa ketika game yang dibuka menuntut tenaga besar. Di titik itu, Chromebook tidak lagi bisa disamakan dengan laptop Windows, apalagi laptop gaming.
Tidak semua game diperlakukan sama
ChromeOS memberi dua cara utama untuk bermain game, yaitu melalui cloud gaming dan instalasi game Android dari Google Play Store. Google juga menyarankan penggunaan Google Play Games agar pengalaman bermain lebih maksimal.
Cloud gaming bisa diakses lewat NVIDIA GeForce NOW, Xbox Cloud Gaming, Amazon Luna, dan Boosteroid. Sementara itu, game Android bisa langsung diunduh dari Play Store.
Pilihan game cukup luas, tetapi tetap ada batasnya
Untuk game ringan, Chromebook masih punya banyak opsi yang populer. IGN menyebut judul seperti Stardew Valley, Terraria, Among Us, Alto’s Odyssey, dan Injustice 2 sebagai game yang bisa dimainkan.
Dukungan game Android juga membuat pilihannya tetap menarik. Beberapa judul seperti Genshin Impact, Roblox, dan Minecraft disebut dapat berjalan cukup lancar di perangkat ini.
Kalau memakai cloud gaming, daftar game yang bisa dimainkan menjadi jauh lebih besar. Avowed, Baldur’s Gate 3, Halo Infinite, Elden Ring, hingga Cyberpunk 2077 termasuk di antara game yang dapat diakses melalui jalur tersebut.
Performa perangkat ikut menentukan pengalaman
Meski game tersedia, tidak semua Chromebook punya tenaga yang sama. Banyak model Chromebook tidak dibekali GPU dan CPU yang kuat, sehingga perangkat ini lebih cocok untuk game ringan atau game yang tidak menuntut performa tinggi.
Keterbatasan lain juga muncul dari sisi fitur. Chromebook tidak menyediakan frame rate display dan tidak memiliki fitur overclock, sehingga pengaturan dan pemantauan performa game menjadi lebih terbatas dibanding laptop Windows.
Ada model yang lebih siap dipakai bermain
Di antara banyak pilihan yang beredar, beberapa model disebut lebih mumpuni untuk gaming. Acer Chromebook Plus 516 GE, Acer Chromebook Plus Spin 714, dan Lenovo Flex 3 Chromebook termasuk yang dinilai lebih siap.
Ketiganya membawa layar 120Hz, layar 1080p, dan CPU yang cukup powerful. Kombinasi itu membuat pengalaman bermain terasa lebih nyaman dibanding Chromebook kelas bawah.
Masih belum bisa menyaingi laptop Windows
Walau bisa dipakai main game, Chromebook tetap belum bisa menutup jarak dengan laptop Windows. Dari sisi performa, kualitas layar, dan kompatibilitas, perangkat berbasis ChromeOS masih berada di bawah.
ChromeOS disebut menjadi penghalang utama yang membuat game tidak selalu berjalan mulus. Karena itu, Chromebook lebih pas untuk pengguna yang ingin perangkat serbaguna dan sesekali bermain game ringan, bukan untuk mengejar performa gaming tertinggi.
