CMF memutuskan tidak akan merilis ponsel baru tahun ini setelah rencana penerus CMF Phone 2 Pro dibatalkan. Keputusan itu datang saat biaya komponen, terutama memori, terus menekan ruang gerak produsen ponsel di segmen harga terjangkau.
Co-Founder dan President Nothing India, Akis Evangelidis, menyebut proyek penerus itu sebenarnya sudah sempat dikerjakan. Namun, lonjakan harga memori membuat CMF menilai ponsel tersebut tidak lagi bisa dihadirkan dengan peningkatan yang cukup berarti tanpa mengubah posisi harganya secara drastis.
Harga memori jadi titik terberat
Hambatan utama CMF berasal dari kenaikan harga DRAM dan NAND. Kelangkaan komponen memori dan penyimpanan membuat industri smartphone ikut terkena dampak, sementara biaya manufaktur terus naik.
Situasi itu diperparah oleh pergeseran pasokan ke kebutuhan perusahaan AI. DRAM dan NAND banyak dialihkan untuk pusat data, sedangkan produsen chip juga semakin fokus ke produksi high-bandwidth memory atau HBM.
Bagi CMF, kondisi tersebut mengubah perhitungan bisnis secara langsung. Evangelidis menjelaskan bahwa dengan harga memori saat ini, CMF tidak bisa menghadirkan ponsel yang terasa sebagai lompatan nyata sambil tetap menjaga harga tetap relevan bagi mereknya.
Harga yang akan terlalu jauh dari karakter merek
CMF menilai memaksakan peluncuran justru akan membuat produk baru kehilangan identitas harga yang selama ini menjadi daya tariknya. Menurut Evangelidis, bila CMF Phone 2 Pro diluncurkan ulang dalam kondisi biaya saat ini, harganya akan berada di kisaran Rs. 30,000 hingga Rs. 35,000 di India.
Kisaran itu jauh di atas harga awal model tersebut saat meluncur pada Mei 2025. Varian dasar CMF Phone 2 Pro dibekali RAM 8GB dan penyimpanan 128GB, lalu dijual mulai Rs. 18,999.
Untuk varian 8GB + 256GB, harganya mencapai Rs. 20,999. Jika dibandingkan dengan kisaran harga baru yang disebutkan Evangelidis, lonjakan biaya memori berpotensi mendorong harga perangkat mendekati dua kali lipat dari banderol awalnya.
CMF memilih menunggu momen yang lebih masuk akal
Langkah ini sejalan dengan sikap Nothing, induk CMF, yang sebelumnya juga memilih tidak meluncurkan ponsel flagship baru tahun ini. Keduanya sama-sama menekankan perlunya peningkatan yang benar-benar bermakna di setiap generasi produk.
Meski tanpa ponsel baru tahun ini, CMF tidak menghentikan pengembangan produknya sepenuhnya. Evangelidis mengatakan perusahaan menargetkan peluncuran produk baru pada 2026.
Ia juga menyebut CMF akan masuk ke kategori produk baru dalam waktu dekat, meski belum ada rincian lebih lanjut soal perangkat atau segmen yang dimaksud. Pernyataan itu menunjukkan jeda peluncuran kali ini lebih berkaitan dengan kondisi biaya dan rantai pasok daripada perubahan arah bisnis.
Bagi pasar smartphone, keputusan CMF menegaskan semakin besarnya pengaruh industri AI terhadap perangkat konsumen. Ketika pasokan memori terserap untuk pusat data dan produksi HBM, merek seperti CMF harus menimbang ulang apakah sebuah peluncuran baru masih masuk akal bagi bisnis dan konsumen.
