Master Radiator Coolant Gold dipersiapkan untuk kebutuhan kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil listrik dan hybrid. Cairan pendingin ini dirancang membantu menjaga temperatur baterai, motor listrik, serta inverter yang menjadi komponen penting pada sistem penggerak.
Pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa fungsi coolant kini tidak hanya berkaitan dengan mesin bensin atau diesel. Pada kendaraan modern, pengelolaan suhu tetap dibutuhkan agar komponen bekerja dalam temperatur yang stabil pada beragam kondisi penggunaan.
Formula untuk Kendaraan Modern
PT Autochem Industry menghadirkan Master Radiator Coolant Gold dengan formula Organic Acid Technology atau OAT berbahan dasar organik. Produk ini diposisikan untuk kendaraan elektrifikasi sekaligus mobil bermesin bensin dan diesel modern.
Menurut informasi yang dimuat Liputan6.com, teknologi OAT bekerja pada bagian logam yang memerlukan perlindungan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mencegah korosi tanpa meninggalkan endapan di dalam sistem pendingin.
| Produk | Teknologi atau Formula | Fokus Penggunaan |
|---|---|---|
| Master Radiator Coolant | Glycol dan aditif antikarat | Menjaga suhu mesin serta melindungi sistem pendingin |
| Master Radiator Coolant Gold | Organic Acid Technology (OAT) | Kendaraan elektrifikasi, bensin, dan diesel modern |
Master Radiator Coolant Gold juga disebut memiliki tingkat penguapan rendah. Karakter tersebut ditujukan untuk memperpanjang usia pakai cairan sekaligus menjaga efektivitasnya saat menghadapi perubahan cuaca di Indonesia.
Penggunaannya mencakup kendaraan yang sudah memakai teknologi katup variabel dan turbo intercooler. Dengan demikian, lini produk ini menyasar kebutuhan pendinginan pada teknologi penggerak konvensional maupun elektrifikasi.
Ujian Berat dari Lintasan Balap
Sebelum menyasar perkembangan kendaraan elektrifikasi, Master Radiator Coolant telah digunakan dalam balap touring nasional sebagai ruang pengujian. Lintasan balap memberi tekanan tinggi pada sistem pendingin karena mesin bekerja pada putaran tinggi dalam kondisi yang dinamis.
Dalam situasi tersebut, coolant perlu membantu menjaga temperatur agar tidak melewati titik didih yang dapat memicu overheat. Kemampuan transfer panas menjadi faktor penting untuk mempertahankan suhu kerja mesin tetap stabil.
PT Autochem Industry mengembangkan Master Radiator Coolant sejak 1998. Presiden Direktur PT Autochem Industry, Henry Sada, menyatakan keikutsertaan produk tersebut di balap touring nasional digunakan untuk menunjukkan keandalan sekaligus memperoleh masukan bagi penyempurnaan formula.
“Radiator coolant ini berhasil menjadi market leader dengan kekuatan utama pada harga yang terjangkau oleh semua kalangan,” ujar Henry Sada. Ia juga menyebut pengujian di ajang balap menjadi bagian pengembangan produk bagi pelanggan di wilayah beriklim tropis ekstrem.
Kemacetan Juga Menjadi Tantangan
Beban sistem pendingin tidak hanya muncul saat mobil dipacu di sirkuit. Pola perjalanan stop and go di tengah kemacetan membuat radiator bekerja lebih berat karena aliran udara segar untuk membantu pendinginan menjadi lebih minim.
Dalam kondisi perkotaan seperti itu, kestabilan temperatur tetap menjadi kebutuhan penting bagi kendaraan harian. Cairan pendingin harus membantu pelepasan panas secara efektif ketika mesin terus bekerja di sela kendaraan yang berhenti dan berjalan berulang kali.
Master Radiator Coolant menggunakan komposisi glycol yang berperan meningkatkan titik didih cairan dan menurunkan titik beku. Komposisi yang tepat juga membantu menjaga suhu kerja mesin serta mendukung pelepasan panas pada berbagai kondisi jalan.
Selain mengendalikan temperatur, perlindungan terhadap korosi menjadi fungsi lain yang dibawa produk ini melalui aditif antikarat. Korosi dapat memicu kebocoran pipa atau penyumbatan saluran radiator, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan kinerja pendinginan dan memengaruhi usia pakai komponen mesin.
Source: www.liputan6.com






