Corolla Manual Kembali Di Jepang, Kini Disulap Toyota Jadi Mobil Latihan Sekolah Mengemudi

Toyota membawa kembali Corolla manual di Jepang, tetapi bukan untuk pasar sedan keluarga biasa. Model ini justru disiapkan sebagai mobil sekolah mengemudi agar peserta pelatihan tetap bisa belajar mengoperasikan kopling dan transmisi manual.

Langkah itu membuat Corolla kembali punya peran yang berbeda dari arah elektrifikasi yang selama ini dominan di Jepang. Untuk model tahun 2026, Toyota tetap menyediakan versi bensin bertransmisi manual enam percepatan, sekaligus menawarkan opsi hybrid bagi lembaga yang ingin memakai mobil latihan elektrifikasi.

Dibuat khusus untuk kebutuhan latihan

Corolla manual ini bukan model sembarangan yang ditujukan untuk pembeli umum. Toyota mengembangkannya sebagai kendaraan pelatihan setelah Corolla Axio yang dipakai untuk fungsi serupa dihentikan produksinya pada Oktober 2025.

Pada versi bensinnya, Toyota memakai mesin tiga silinder Dynamic Force 1,5 liter yang sempat dihentikan sebelumnya. Mesin itu menghasilkan tenaga 118 hp atau 88 kW dengan torsi 145 Nm, lalu menyalurkan tenaga ke roda depan melalui transmisi manual enam percepatan.

Dengan konfigurasi tersebut, Corolla ini menjadi satu-satunya Corolla non-GR yang masih dijual baru dengan transmisi manual di Jepang. Keberadaannya menegaskan bahwa Toyota masih mempertahankan ruang untuk pelatihan manual, meski lini Corolla di negara itu sebelumnya sudah diarahkan sepenuhnya ke hybrid.

Ada juga versi hybrid untuk sekolah mengemudi

Bagi sekolah mengemudi yang ingin menggunakan mobil elektrifikasi, Toyota menyiapkan Corolla hybrid 1,8 liter. Versi ini memiliki tenaga gabungan 138 hp atau sekitar 103 kW dan torsi 142 Nm.

Berbeda dari versi bensin, varian hybrid hanya dipasangkan dengan transmisi e-CVT dan tetap menggunakan penggerak roda depan. Kehadiran dua pilihan ini membuat sekolah mengemudi bisa menyesuaikan kendaraan latihan dengan metode pengajaran yang mereka butuhkan.

Tampilan dibuat sederhana dan fungsional

Secara visual, Corolla Driving School tidak tampil mencolok. Mobil ini memakai velg baja 15 inci dengan dop, lampu depan LED standar dari trim X entry-level, emblem Toyota khusus, kaca spion tambahan untuk instruktur, dan dudukan pelat nomor kendaraan latihan.

Toyota memperlihatkan model ini dalam warna putih, perak, dan hitam. Nuansa yang dihadirkan memang sengaja diarahkan ke fungsi operasional, bukan ke kesan mewah atau sporty.

Kabin disiapkan untuk instruktur dan murid

Di dalam kabin, Toyota melakukan penyesuaian agar mobil ini nyaman dipakai selama latihan. Mobil dilengkapi set pedal tambahan di sisi instruktur, baik pada versi manual maupun otomatis, sehingga pengajar bisa mengambil alih kendali saat murid kesulitan.

Toyota juga menambahkan kaca spion tambahan untuk membantu visibilitas selama proses belajar. Di saat yang sama, tata letak dashboard dibuat lebih fokus pada kebutuhan latihan dengan menghilangkan sistem infotainment konvensional.

Sebagai gantinya, panel khusus di dashboard menampilkan speedometer digital kecil, tombol tambahan klakson, dudukan GPS, serta indikator lampu sein dan pengereman. Interiornya tetap sederhana dengan plastik standar dan jok kain, sesuai karakter mobil pelatihan.

Menjadi Corolla termurah di pasar Jepang

Di Jepang, model ini juga berstatus sebagai Corolla termurah yang saat ini dipasarkan. Versi bensin manual dibanderol mulai Rp237 jutaan, sedangkan model hybrid dijual 15.200 dolar AS atau sekitar Rp265 jutaan.

Harga hybrid itu masih lebih mahal dibanding Corolla hybrid standar. Namun posisi tersebut tetap sejalan dengan tujuan Toyota untuk menjaga opsi pelatihan manual tetap tersedia, sambil memberi pilihan bagi sekolah mengemudi yang ingin melatih murid dengan pendekatan tradisional maupun elektrifikasi.

Source: voi.id

Berita Terkait