Crystal Palace Menunggu Trofi di Leipzig, Glasner Tegaskan Momen Bersejarah Baru Dimulai

Author: Redaksi Android62

Crystal Palace akhirnya mencatat sejarah baru dengan melaju ke final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Oliver Glasner menegaskan bahwa pencapaian itu terasa sangat besar, terlebih karena ia berhasil membawa tim mencapai final turnamen mayor hanya dalam dua musim penuh menangani skuad.

Kepastian tiket ke Leipzig diraih setelah Crystal Palace menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-2. Di Selhurst Park, langkah itu ditutup dengan kemenangan yang lahir dari gol bunuh diri lawan dan tambahan gol Ismaïla Sarr pada babak kedua.

Glasner tidak menutupi kebanggaannya terhadap para pemain setelah laga tersebut. Ia menilai Crystal Palace tampil kuat dalam kerja keras, disiplin, dan keyakinan sepanjang pertandingan, dua hal yang menurutnya menjadi pembeda dalam keberhasilan tim.

“Selamat dan kredit setinggi-tingginya untuk para pemain. Saya rasa semua orang bisa melihat betapa bagusnya penampilan kami,” ujar Glasner. Ia juga menilai timnya terus percaya bahwa peluang akan datang selama tekanan dijaga tanpa henti.

Gol kedua Palace ikut menjadi sorotan Glasner karena menurutnya mencerminkan daya juang tim. Ia menyebut beberapa pemain sempat mengalami pelanggaran beruntun, tetapi tim tetap melanjutkan permainan sampai akhirnya bola berbuah gol melalui sentuhan Ismaïla Sarr.

“Pino dilanggar, Daichi Kamada dilanggar, dan Tyrick Mitchell juga dilanggar, tetapi kami terus bermain,” kata Glasner. “Kami mendapatkan imbalannya saat bola masuk melalui ujung kaki Ismaïla Sarr dan berbuah gol.”

Selain kualitas permainan, Glasner menyoroti kebersamaan skuat sebagai kekuatan utama Crystal Palace. Ia melihat para pemain saling membantu ketika tim berada di bawah tekanan, dan itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan mereka musim ini.

Menurut pelatih asal Austria itu, sepak bola bukan hanya soal menghindari kesalahan. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana tim bereaksi saat kesalahan muncul dan tetap saling menopang satu sama lain.

“Inilah sepak bola, Anda bisa membuat kesalahan, tetapi ini tentang bagaimana kita ada untuk satu sama lain,” ucap Glasner. Ia juga menyebut hubungan tim dengan para suporter membuat dirinya bangga menjadi bagian dari perjalanan ini.

Meski pencapaian tersebut sudah menempatkan Crystal Palace dalam momen bersejarah, Glasner menegaskan bahwa tujuan mereka belum selesai. Fokus kini beralih ke final di Leipzig melawan Rayo Vallecano, wakil Spanyol yang ia nilai sebagai lawan kuat.

Crystal Palace masih memiliki waktu tiga minggu untuk mempersiapkan diri dan mempelajari kekuatan lawan. Glasner menegaskan timnya ingin tampil habis-habisan demi membawa trofi pulang ke Selhurst Park.

“Final nanti akan luar biasa. Anda selalu ingin pertandingan terakhir Anda memperebutkan sesuatu, memperebutkan trofi,” ujarnya. Dengan momentum yang mereka dapat setelah menyingkirkan Shakhtar Donetsk, Palace kini bersiap menulis babak baru dalam sejarah klub di panggung Eropa.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru