Cuma Satu Varian, Xpeng G6 Pro Tetap Kumpulkan 300 Unit di Indonesia dengan Harga Rp 670 Jutaan

Author: Redaksi Android62

Di pasar Indonesia, Xpeng G6 mulai menunjukkan bahwa satu varian saja sudah cukup untuk mencuri perhatian. Model ini membukukan wholesales sekitar 300 unit, dan seluruh angka itu berasal dari G6 Pro yang dipasarkan di segmen mobil listrik premium.

Harga Rp 670 jutaan on the road Jakarta ikut membuat capaian tersebut terlihat menonjol. Di tengah persaingan EV yang semakin ramai, Xpeng tetap mampu menjaga permintaan yang stabil meski pilihan varian di Indonesia kini lebih terbatas.

Fokus penjualan hanya pada G6 Pro

CEO Xpeng, Iki Wibowo, menyampaikan informasi itu saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/5). Ia menjelaskan bahwa varian standar sudah tidak lagi dipasarkan di Indonesia, sehingga kontribusi penjualan saat ini sepenuhnya datang dari G6 Pro.

Kondisi tersebut membuat performa G6 Pro menjadi tolok ukur utama penerimaan pasar. Iki menegaskan varian standar sudah selesai dipasarkan sejak tahun lalu, sehingga angka wholesales yang tercatat benar-benar menggambarkan respons konsumen terhadap versi tertinggi Xpeng G6 di Indonesia.

Saat ini, konsumen Indonesia hanya bisa membeli Xpeng G6 dalam trim Pro. Dengan begitu, model ini berdiri sendiri sebagai produk yang bertarung di kelas SUV listrik menengah-premium.

Berhadapan langsung dengan Tesla Model Y

Di segmen yang sama, Xpeng G6 berhadapan dengan Tesla Model Y. Keduanya bermain di kelas SUV listrik menengah-premium dengan ukuran bodi yang berdekatan.

Tesla Model Y memiliki panjang 4.750 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.624 mm. Xpeng G6 sedikit lebih panjang dengan panjang 4.758 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.650 mm.

Kedekatan dimensi itu menunjukkan bahwa Xpeng menargetkan konsumen yang mencari kombinasi desain, teknologi, dan performa dalam paket harga yang masih dianggap masuk akal. Posisi tersebut membuat G6 tampil sebagai opsi yang cukup serius di kelasnya.

Desain premium dan kabin sarat teknologi

Daya tarik Xpeng G6 juga datang dari desain eksteriornya. SUV listrik ini mengusung siluet aerodinamis dengan drag coefficient 0.248 Cd, pintu frameless, dan full-LED light bars sebagai ciri utama.

Masuk ke kabin, Xpeng membekali G6 dengan Smart Tech Cabin dan sistem Tri-Screen Interactive. Konfigurasinya terdiri dari layar sentuh 15,6 inci 2K, panel digital 10,25 inci, dan AR HUD.

Sistem hiburannya memakai 18-speaker Dynaudio system. Fitur lain yang turut dibawa antara lain panoramic glass roof smart dimming, kursi dengan pemanas dan ventilasi, serta teknologi berkendara XPILOT 4.0.

Performa yang ikut memperkuat daya tarik

Untuk pasar Indonesia, Xpeng G6 mengandalkan motor listrik penggerak roda belakang atau RWD. Tenaganya mencapai 292 PS dengan torsi 440 Nm.

Dengan spesifikasi itu, akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 6,7 detik. Angka tersebut menegaskan bahwa G6 tidak hanya bermain di tampilan dan fitur, tetapi juga menawarkan performa yang kuat di kelasnya.

Baterainya menggunakan jenis LFP atau Lithium Iron Phosphate. Xpeng menyebut jarak tempuh maksimumnya mencapai 600 km.

Di sisi pengisian daya, G6 juga membawa angka yang kompetitif. Pengisian baterai dari 10 persen ke 80 persen diklaim hanya memerlukan 12 menit.

Rangkaian spesifikasi itu menjelaskan mengapa G6 Pro masih bisa menjaga permintaan di Indonesia. Di pasar SUV listrik premium yang makin padat, Xpeng menunjukkan bahwa satu varian pun bisa membukukan penjualan ratusan unit ketika harga, fitur, desain, dan performanya terasa seimbang.

Source: oto.detik.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru