Cuplikan Olahraga Di Media Sosial Kini Menentukan Cara Anak Muda Menonton

Author: Redaksi Android62

Liga olahraga profesional kini menghadapi perubahan besar dalam cara penonton muda mengonsumsi pertandingan. Cuplikan singkat, wawancara atlet, dan video pendek di media sosial semakin sering menjadi pintu masuk sebelum orang menonton laga secara langsung.

Di tengah pergeseran itu, final NBA musim ini memberi gambaran paling jelas. Meski laga puncak tetap ditonton rata-rata 20,6 juta orang per pertandingan melalui jaringan ABC dan ESPN milik Disney, percakapan dan konsumsi kontennya di media sosial melonjak ke tingkat yang jauh lebih besar.

Tayangan di media sosial menembus angka yang belum pernah terjadi sebelumnya

NBA menyebut seri final lima pertandingan antara New York Knicks dan San Antonio Spurs menghasilkan lebih dari 15 miliar tayangan di media sosial. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dari rekor sebelumnya yang tercipta pada 2025.

Untuk pertandingan kelima saja, tayangan di berbagai platform sosial menembus lebih dari 4 miliar. Angka ini memperlihatkan bahwa perhatian penonton tidak lagi berhenti di siaran televisi atau layanan streaming.

Jonathan Miller, mantan eksekutif Fox Corp. dan NBA yang kini menjabat CEO Integrated Media, menilai menjangkau generasi muda sudah menjadi kebutuhan. Ia menyebut basis penggemar muda bukan lagi kemewahan, melainkan penentu masa depan liga yang sehat.

Perilaku penonton muda ikut berubah

Laporan State of U.S. Sports Viewing 2025 dari S&P Global menunjukkan 68% penggemar olahraga masih menonton pertandingan langsung melalui televisi atau layanan streaming. Namun, 38% responden lebih sering menyaksikan cuplikan pertandingan, wawancara, dan video pendek lewat media sosial atau YouTube.

Sebanyak 12% lainnya juga aktif berinteraksi dengan akun media sosial pemain, klub, atau liga olahraga. Adam Kelly, Presiden IMG Global Sports Marketing, menyebut tren itu sebagai evolusi konsumsi konten olahraga.

Perubahan ini juga membuat banyak orang tidak lagi menonton pertandingan secara penuh. Mereka memilih momen penting, potongan wawancara, dan konten dari kreator olahraga yang lebih cepat dikonsumsi di ponsel.

Streaming dan platform digital berebut peran

Data Nielsen menunjukkan pertandingan olahraga yang eksklusif di layanan streaming konsisten menarik penonton yang lebih muda dibanding siaran televisi konvensional. Karena itu, media sosial dipandang bukan sebagai pengganti TV atau streaming, melainkan sebagai jalur awal yang bisa mendorong orang menuju siaran langsung.

William Mao, Senior Vice President Media Rights Consulting Octagon, mengatakan perusahaan kini harus menyasar demografi muda di platform yang mereka gunakan setiap hari. Ia juga menyoroti persaingan hak siar cuplikan pertandingan, termasuk soal berapa lama sebuah cuplikan boleh eksklusif di satu platform sebelum dipublikasikan di platform lain.

TikTok bahkan menyebut sekitar 42% pengguna yang menonton konten olahraga di platform itu kemudian melanjutkan ke siaran langsung melalui televisi atau layanan streaming. Rollo Goldstaub, Kepala Global Sport TikTok, menilai platformnya bisa menjadi mitra yang mendorong nilai dari penggemar muda dan kemungkinan lebih banyak penggemar perempuan.

Hak siar kini ikut bergeser ke perusahaan teknologi

Perubahan paling nyata terlihat saat perusahaan teknologi tidak lagi berhenti sebagai tempat menonton cuplikan. YouTube, Prime Video, Apple, hingga Netflix semakin agresif memperoleh hak siar pertandingan dan berhasil menarik jutaan penonton.

Komisioner NFL Roger Goodell sebelumnya menegaskan pentingnya menghadirkan pertandingan di platform streaming yang banyak digunakan generasi muda. NBA juga sudah mengambil langkah serupa dalam kontrak media terbarunya dengan memilih Prime Video sebagai salah satu mitra siaran, menggantikan TNT Sports milik Warner Bros. Discovery.

Strategi itu mulai membuahkan hasil karena NBA mencatat beberapa pertandingan dengan rating tertinggi musim ini. Di sisi lain, siaran Thursday Night Football di Prime Video membukukan musim dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah program tersebut.

Perpindahan penonton dari TV ke pengganti barunya kini tampak sebagai perubahan yang sudah berjalan, bukan sekadar tren kecil. Bagi liga olahraga, media sosial, streaming, dan platform digital tidak lagi berdiri di pinggir arena, tetapi menjadi bagian utama dari cara pertandingan dijangkau generasi baru.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru