Curacao mendapat ujian paling berat sejak awal kiprah bersejarahnya di Piala Dunia 2026. Tim asal Karibia itu langsung berhadapan dengan Jerman di Houston, lawan yang datang sebagai juara dunia empat kali dan masih menyimpan ambisi besar untuk bangkit.
Situasi itu membuat debut Curacao terasa jauh dari sekadar perayaan. Dengan populasi sekitar 156.000 jiwa, kehadiran mereka di putaran final sudah menjadi pencapaian penting, tetapi laga pertama menuntut kesiapan penuh dalam menghadapi tekanan dan kualitas lawan yang jauh lebih berpengalaman.
Advocaat melihat laga ini sebagai ukuran awal
Pelatih Curacao, Dick Advocaat, tidak menutup fakta bahwa timnya bukan unggulan di grup ini. Namun, mantan pelatih timnas Belanda itu menilai duel kontra Jerman justru bisa menjadi kesempatan terbaik untuk mengukur kemampuan anak asuhnya sejak awal turnamen.
“Jerman tentu menjadi favorit di grup ini. Mereka tetap merupakan negara besar dalam sepak bola,” kata Advocaat. Ia menambahkan bahwa memulai turnamen melawan Jerman memberi kesempatan bagi Curacao untuk segera mengetahui posisi mereka di level tertinggi.
Jerman sendiri datang dengan beban yang tidak ringan. Die Mannschaft berusaha memperbaiki citra setelah dua kali gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022, sehingga turnamen kali ini menjadi panggung penting untuk membuktikan bahwa mereka masih layak disebut penantang utama.
Belanda, Jepang, dan laga-laga lain yang ikut menyita perhatian
Di pertandingan lain, Belanda akan berhadapan dengan Jepang di Dallas. Belanda tetap membawa reputasi sebagai salah satu kekuatan besar yang belum pernah menjuarai Piala Dunia, meski tiga kali mencapai final.
Kapten Belanda, Virgil van Dijk, menegaskan ambisi timnya memang besar, tetapi fokus saat ini sepenuhnya diarahkan kepada Jepang. “Seberapa jauh kami bisa melangkah? Tentu kami berharap bisa melangkah sampai akhir. Namun sekarang fokus kami sepenuhnya tertuju kepada Jepang,” ujarnya.
Jepang bukan lawan yang mudah. Samurai Biru tampil untuk kedelapan kalinya secara beruntun di Piala Dunia dan memburu tiket fase gugur untuk ketiga kali berturut-turut.
Pada Piala Dunia 2022, Jepang juga mencuri perhatian setelah menundukkan Jerman dan Spanyol. Langkah mereka kala itu terhenti di babak 16 besar setelah kalah lewat adu penalti dari Kroasia.
Rekor bagus Ekuador dan pertahanan rapat Pantai Gading
Laga lain yang menarik mempertemukan Pantai Gading dengan Ekuador di Philadelphia. Ekuador datang dengan rekor tak terkalahkan dalam 19 pertandingan sejak September 2024, catatan yang menunjukkan kestabilan performa mereka.
Selama periode tersebut, pertahanan Ekuador hanya kebobolan enam gol. Mereka juga memiliki fondasi kuat di lini tengah dan belakang melalui Moises Caicedo serta Willian Pacho.
Pantai Gading juga membawa modal yang menjanjikan. Tim Afrika itu tidak kebobolan dalam 10 laga kualifikasi dan sempat mengejutkan Prancis dalam laga uji coba awal bulan ini.
Swedia kemudian menghadapi Tunisia di Monterrey, Meksiko. Swedia masih ingin membuktikan kualitas setelah melewati kualifikasi yang tidak terlalu meyakinkan, meski mereka memiliki dua penyerang tajam Eropa, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.
Tunisia diperkirakan tetap mengandalkan pertahanan rapat yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Pada Piala Dunia 2022, Tunisia sempat mengalahkan juara bertahan Prancis dan menahan imbang Denmark.
Hasil awal yang ikut membentuk peta persaingan
Sejumlah hasil di awal turnamen turut memberi warna pada persaingan. Qatar mencatat poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia setelah menahan Swiss 1-1 lewat gol Boualem Khoukhi pada masa injury time.
Brasil juga menjaga tradisi kuat di laga pembuka. Selecao bermain imbang 1-1 melawan Maroko dan memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka di partai pembuka menjadi 21 pertandingan sejak terakhir kalah dari Spanyol pada Piala Dunia 1934.
Skotlandia memulai kiprahnya dengan kemenangan 1-0 atas Haiti. Hasil itu langsung membawa mereka memimpin klasemen sementara grup C dan membuat persaingan di fase awal turnamen semakin ketat.
