Cuti Melahirkan Tanpa Bayaran Dan Biaya Anak Menguras Keluarga Di Amerika Sejak Awal

Biaya melahirkan di Amerika Serikat bisa langsung membebani keluarga sejak awal, bahkan sebelum menghitung kebutuhan setelah bayi pulang ke rumah. Untuk persalinan normal saja, biaya rata-rata dengan layanan dalam jaringan asuransi mencapai 15.178 dolar AS atau sekitar Rp245 juta.

Angka itu membuat satu kelahiran menjadi pengeluaran besar yang tidak berdiri sendiri. Dalam sejumlah kasus, tagihan dapat naik jauh lebih tinggi tergantung prosedur yang dijalani, rumah sakit tempat melahirkan, dan jaringan asuransi yang digunakan.

Tagihan bisa melonjak antarwilayah

Perbedaan biaya antardaerah di Amerika Serikat juga sangat lebar. Di Alaska, persalinan normal bisa mencapai 29 ribu dolar AS atau sekitar Rp476,5 juta, sedangkan operasi caesar menembus hampir 40 ribu dolar AS atau setara Rp656 juta.

Untuk operasi caesar secara rata-rata, biaya dengan layanan dalam jaringan asuransi berada di angka 19.292 dolar AS atau sekitar Rp320 juta. Perbandingan ini menunjukkan bahwa biaya lahiran tidak hanya dipengaruhi tindakan medis, tetapi juga status rumah sakit dan jaringan asuransi yang dipakai.

Beban keluarga tidak berhenti di ruang bersalin

Setelah biaya persalinan dibayar, keluarga di Amerika Serikat masih menghadapi tekanan lain yang tidak kalah berat. Negara itu belum memiliki jaminan cuti melahirkan berbayar secara nasional, sehingga banyak orang tua harus menyusun ulang keuangan rumah tangga segera setelah bayi lahir.

Undang-undang federal hanya menyediakan cuti tanpa bayaran selama 12 minggu bagi sebagian pekerja. Akibatnya, banyak ibu terpaksa kembali bekerja lebih cepat agar pemasukan keluarga tetap berjalan.

Kondisi ini membuat pengeluaran melahirkan terasa lebih berat karena pendapatan rumah tangga juga bisa terhenti sementara. Dalam situasi seperti itu, keluarga harus menutup biaya rumah sakit sekaligus menjaga arus kas tetap aman.

Biaya pengasuhan ikut menekan setelahnya

Tekanan finansial tidak selesai ketika masa persalinan berakhir. Pada 2023, pasangan di Amerika Serikat menghabiskan sekitar 40 persen pendapatan rumah tangga mereka hanya untuk biaya penitipan anak.

Angka tersebut disebut sebagai salah satu yang tertinggi di dunia dan hampir dua kali lipat dibanding Ireland. Di beberapa negara Eropa seperti Germany dan Portugal, biaya penitipan anak bahkan nyaris gratis karena mendapat subsidi pemerintah.

Rangkaian beban ini memperlihatkan bahwa keluarga di Amerika Serikat menghadapi pengeluaran besar secara berurutan. Beban itu dimulai dari masa kehamilan, lalu berlanjut ke persalinan, cuti kerja, dan pengasuhan anak.

Gabungan dari mahalnya persalinan normal, absennya cuti berbayar nasional, dan tingginya biaya childcare membuat banyak keluarga terhimpit sejak awal. Satu kelahiran saja dapat mengubah perhitungan keuangan rumah tangga secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat.

Source: www.suara.com

Berita Terkait