Bagi Clara Shinta, persoalan rumah tangga yang menyeret dugaan video call nakal suaminya, Alexander Assad, tidak berhenti di ranah pribadi. Dampaknya merembet ke nama baik, pekerjaan, hingga anak-anaknya, sehingga ia memilih membawa pengaduan ke Komnas Perempuan bersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga.
Langkah itu ditempuh karena Clara menilai dirinya ikut menjadi pihak yang dirugikan sebagai istri sah. Ia juga menyebut ada beban lain yang muncul setelah persoalan tersebut ramai dan sempat membuat jarak antara dirinya dan sang suami.
Di Komnas Perempuan, Clara mengaku pengaduannya diterima dengan baik. Ia menilai lembaga tersebut melihat persoalan itu dari sudut pandang perempuan, bukan semata-mata dari sisi hukum.
Clara juga menegaskan bahwa statusnya sebagai istri sah menjadi hal penting dalam penanganan kasus yang ia hadapi. Menurut dia, perkara ini tidak hanya berkaitan dengan aturan hukum, tetapi juga menyentuh sisi agama dan rasa dirugikan secara pribadi maupun keluarga.
Kedatangan Clara ke Komnas Perempuan yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, juga merupakan respons atas somasi yang sebelumnya ia terima dari perempuan yang diduga terlibat video call dengan suaminya. Situasi itu membuat persoalan rumah tangganya makin terbuka dan ikut menyedot perhatian publik.
Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa mereka datang memang untuk membuat pengaduan. Ia menyebut aduan tersebut terkait apa yang dialami Clara sekaligus persoalan hukum yang mengikuti di belakangnya.
Menurut Sunan, kliennya merasa menjadi korban dalam peristiwa dugaan hubungan suaminya dengan perempuan lain yang dikaitkan dengan aktivitas video call sex atau VCS. Ia menambahkan bahwa kasus itu sudah lebih dulu ramai diberitakan dan viral di ruang publik.
Sunan juga menyoroti dampak yang lebih luas dari peristiwa itu. Ia mengatakan bukan hanya hubungan suami istri yang terdampak, tetapi juga nama baik Clara, pekerjaannya, serta kondisi anak-anaknya.
Source: hot.detik.com






