Bitcoin kembali berada di area yang sangat dekat dengan $80,000 setelah menguat hampir 4%. Pergerakan ini membuat pasar kripto kembali ramai membahas satu hal yang sama: apakah dorongan naik ini cukup kuat untuk bertahan, atau hanya lonjakan singkat yang mudah menghilang jika kondisi pasar berubah.
Yang membuat penguatan ini menarik bukan hanya soal level harga, tetapi juga sumber tenaganya. Arus dana dari investor institusional kembali masuk ke produk investasi berbasis kripto, dan itu memberi sinyal bahwa minat beli dari pelaku besar belum padam.
Aliran dana besar kembali menopang pasar
Sejak awal Maret, lebih dari $3.7 miliar masuk ke exchange-traded funds Bitcoin, menurut DefiLama. Bagi pasar, angka sebesar itu biasanya dibaca sebagai tanda bahwa permintaan dari investor besar masih aktif dan belum kehilangan kepercayaan pada Bitcoin.
CF Benchmark bahkan menilai arus dana tersebut masih cukup kuat untuk membawa Bitcoin kembali menembus $80,000 dalam hitungan hari, selama momentum tidak melemah. Pandangan ini membuat penguatan Bitcoin tidak lagi dianggap sekadar pantulan teknis, melainkan bisa menjadi awal dari fase yang lebih besar.
Pasar dinilai mulai membentuk dasar harga
Sejumlah analis melihat pergerakan saat ini sebagai proses membangun fondasi, bukan sekadar reli pendek. Louis De Backer bersama dua analis MAREX menggambarkan pasar sedang bersikap “stubborn”, karena harga tetap bertahan meski tekanan negatif sempat muncul.
Dalam kondisi seperti itu, pasar sering dianggap sedang menyimpan energi. Ketika penjual gagal menekan harga lebih jauh, pembeli biasanya punya ruang lebih besar untuk masuk dan mendorong reli lanjutan dengan lebih tegas.
Sinyal makro belum sepenuhnya mendukung
Meski minat beli kuat, faktor eksternal masih memberi campuran sinyal. Perpanjangan gencatan senjata sementara antara Washington dan Tehran sempat membantu menenangkan pasar global, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga sama-sama naik dalam pekan ini.
Namun, risiko belum benar-benar hilang karena Selat Hormuz masih efektif tertutup. Jalur ini sangat penting bagi sekitar seperempat pasokan minyak dunia, sehingga pasar energi masih sensitif dan inflasi tetap berpotensi bertahan tinggi.
Bagi aset berisiko seperti Bitcoin, kondisi inflasi yang sulit turun bisa menjadi hambatan. Suku bunga tinggi umumnya membuat likuiditas lebih ketat, dan situasi itu sering menekan ruang gerak aset spekulatif untuk melaju lebih cepat.
Harapan juga datang dari arah kebijakan moneter
Di sisi lain, pasar mulai menaruh perhatian pada kemungkinan perubahan di Federal Reserve. Kevin Warsh, sosok yang dipilih Donald Trump untuk memimpin The Fed setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei, dipandang lebih ramah terhadap kripto.
Warsh juga menegaskan di hadapan Senat bahwa dirinya tidak akan menjadi “sock puppet” Trump dan akan menjaga independensi bank sentral. Meski begitu, pasar tetap menilai bahwa kepemimpinannya bisa membuka peluang kebijakan yang lebih longgar jika benar-benar terwujud.
Sentimen itu tidak muncul tanpa keraguan. Di pasar prediksi Polymarket, peluang Warsh untuk dikonfirmasi sebelum 15 Mei turun menjadi 25% dari 92% pada Maret. Adapun peluang hingga 30 Juni juga turun, dari 91% pada awal April menjadi 72%.
Regulasi memberi dukungan, tetapi belum sepenuhnya tuntas
Dari sisi regulasi, industri kripto memang punya beberapa alasan untuk lebih percaya diri. Genius Act sudah ditandatangani menjadi undang-undang, sementara regulator juga dinilai mengeluarkan panduan yang lebih mendukung industri.
Trump juga terus mendorong kebijakan yang pro-kripto. Meski demikian, Clarity Act masih tertahan di legislative limbo, padahal rancangan itu dirancang untuk memberi kejelasan aturan bagi industri kripto.
Proses pembahasannya makin rumit karena kalender politik bergerak cepat menuju pemilu sela. Sejumlah legislator belum mengambil keputusan final, walau sinyal positif sempat muncul sebelumnya.
Jika Demokrat merebut kembali House pada November, sebagaimana ditunjukkan beberapa jajak pendapat, laju pembahasan aturan kripto bisa melambat tajam hingga pemilihan presiden berikutnya. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin masih punya bahan bakar untuk menguji area $80,000, tetapi pasar tetap menunggu apakah dorongan dari ETF dan dukungan kebijakan bisa bertahan cukup lama untuk menjaga tren naiknya.







