Kerusakan gedung TK PGRI Pojok di Kabupaten Boyolali membuat perhatian segera mengarah pada satu hal: anak-anak tetap harus bisa belajar dengan aman. Karena itu, PGRI Jawa Tengah turun tangan membantu rehabilitasi sekolah yang bangunannya roboh dan dinilai membahayakan kegiatan belajar siswa.
Bantuan tersebut diserahkan Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum di SD Negeri 1 Pojok, Kecamatan Nogosari, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dukungan yang diberikan berasal dari Rp7,5 juta dari PGRI Jawa Tengah dan Rp5 juta dari Muhdi yang juga menjabat Wakil Ketua Komite I DPD RI.
Muhdi menegaskan bahwa masalah fasilitas sekolah tidak boleh membuat anak kehilangan hak belajar. Ia menilai sekolah-sekolah kecil di daerah membutuhkan perhatian nyata agar proses pendidikan tetap berjalan aman.
“Jangan sampai persoalan fasilitas membuat anak putus sekolah. Pendidikan harus tetap berjalan,” katanya.
Pernyataan itu menempatkan kerusakan bangunan sekolah sebagai persoalan yang lebih luas dari sekadar fisik. Dalam kondisi TK PGRI Pojok, pemulihan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas belajar tidak terhenti.
Setelah bantuan diserahkan, rombongan PGRI Jawa Tengah meninjau langsung kondisi bangunan sekolah. Mereka juga berdialog dengan guru untuk membahas kebutuhan rehabilitasi lain yang masih diperlukan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan tidak berhenti pada pemberian dana. PGRI Jawa Tengah ingin melihat kondisi lapangan secara langsung agar bantuan yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan nyata di sekolah.
Di sisi lain, pertemuan itu juga menjadi ruang bagi PGRI Boyolali untuk menyampaikan persoalan yang masih membayangi dunia pendidikan daerah. Ketua PGRI Boyolali Wahyudi, S.Pd menyinggung masalah guru honorer dan impasing guru TK yang hingga kini masih menjadi tantangan.
Wahyudi meminta agar penyelesaian status dan kesejahteraan guru terus diperjuangkan. Isu tersebut dinilai penting karena menyangkut keberlangsungan layanan pendidikan di tingkat dasar.
Koordinasi dengan pemerintah kecamatan
Pemerintah kecamatan juga ikut bergerak dalam penanganan sekolah rusak itu. Camat Nogosari Sarwanto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk mempercepat penanganan gedung sekolah yang rusak.
Koordinasi itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Dengan begitu, proses rehabilitasi diharapkan bisa segera berjalan dan mendukung kegiatan belajar anak-anak.
Kegiatan penyerahan bantuan dan peninjauan sekolah dihadiri jajaran pengurus PGRI Jawa Tengah, PGRI Boyolali, unsur pemerintah kecamatan, dan guru setempat. Kehadiran berbagai pihak memperlihatkan bahwa penanganan TK PGRI Pojok dilakukan melalui kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, dan tenaga pendidik.
Kerusakan gedung di Boyolali ini menjadi pengingat bahwa fasilitas pendidikan di daerah masih membutuhkan dukungan nyata. Bantuan dari PGRI Jawa Tengah dan Muhdi menjadi langkah awal agar anak-anak di TK PGRI Pojok tetap bisa belajar sambil menunggu rehabilitasi berjalan.
Source: www.pgrijawatengah.com