Daniel Muttaqien Disambut Hangat Di Tasyakur Al-Hidayah Jabar, Pesan Kebersamaan Menguat

Suasana tasyakur bin ni’mah yang digelar DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Jawa Barat berubah menjadi ruang yang mempertemukan semangat keagamaan, kebersamaan, dan dukungan moral politik. Di forum itu, nama H. Daniel Muttaqien Syafiuddin mengemuka setelah Musda DPD Partai Golkar Jawa Barat menetapkannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat periode 2026–2030.

Acara tersebut tidak berdiri sebagai seremoni biasa. Kehadirannya justru memperlihatkan bagaimana keluarga besar Al-Hidayah dan kader Golkar di Jawa Barat merawat silaturahmi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika organisasi dan masyarakat.

Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Jawa Barat, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., menyampaikan selamat atas amanah baru yang diterima Daniel. Ia menilai terpilihnya Daniel membawa harapan baru bagi kemajuan organisasi dan masyarakat Jawa Barat.

Metty juga menegaskan bahwa amanah tidak akan berjalan ringan tanpa tanggung jawab, ketulusan, dan dedikasi. Menurut dia, keberhasilan selalu lahir dari doa, dukungan, perjuangan, dan kekompakan banyak pihak.

Bagi Metty, tasyakur bin ni’mah bukan hanya momen bersyukur. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarkader dan pengurus di lingkungan Golkar serta Pengajian Al-Hidayah Jawa Barat.

Daniel Soroti Kekuatan Kebersamaan

Daniel Muttaqien memberi apresiasi kepada jajaran Pengajian Al-Hidayah Jawa Barat yang dinilainya tetap konsisten menjaga kekompakan. Ia melihat organisasi itu aktif membangun kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Ia menilai Al-Hidayah memiliki peran penting dalam pendidikan moral, spiritualitas, dan kebersamaan. Pengajian rutin yang terus berjalan, menurut Daniel, menjadi energi positif untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya, Daniel juga menekankan perlunya kebersamaan yang terus dipelihara. Ia berharap Golkar Jawa Barat tidak berhenti sebagai kekuatan politik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kebangsaan di tengah masyarakat.

Tausiyah dan Santunan Menguatkan Nuansa Sosial

Kegiatan tasyakur itu turut diisi tausiyah oleh Ustadz Ray Sahreza. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat akhlak, dan menghadirkan politik yang membawa kemaslahatan serta kesejukan bagi masyarakat.

Panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara tersebut. Unsur kepedulian sosial ini membuat forum itu tidak berhenti pada syukuran, tetapi juga menunjukkan perhatian nyata pada sesama.

Perpaduan antara kegiatan religius dan sosial itu memperlihatkan arah yang ingin dijaga dalam forum tersebut. Pengajian Al-Hidayah dan keluarga besar Golkar Jawa Barat menempatkan kebersamaan sebagai inti dari pertemuan itu.

Dihadiri Tokoh dan Pengurus Daerah

Sejumlah tokoh hadir dalam acara itu, termasuk Ketua Umum MUI Jawa Barat sekaligus Ketua MDI Jawa Barat Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I. Hadir pula Ketua DPD Satkar Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat M. Sahrul Fadli serta para pembina Pengajian Al-Hidayah Jawa Barat.

Nama-nama lain yang tampak dalam kegiatan tersebut antara lain Hj. Rita Fitria, S.Ag., M.Pd., Hj. Rida Triana, S.Psi., Dr. Hj. Cucu Sugyati, S.E., M.M., Hj. Titin Sumarna, S.IP., M.AB., Hj. Nanoe Triesnantarie, S.E., S.IP., M.AB., Hj. Ulis Surtati, Hj. Detti Sofianti, S.Ag., dan Leli Agustina, S.E.

Mereka hadir bersama jajaran kader serta pimpinan Pengajian Al-Hidayah dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kehadiran banyak unsur itu memperkuat suasana konsolidasi yang terasa sepanjang acara.

Source: koranpelita.co
Berita Terkait