Dari Detektif Hingga Kisah Kehilangan, 5 Buku Fiksi Favorit Member EXO Punya Pesan Yang Menohok Hidup

Author: Redaksi Android62

Pilihan bacaan member EXO menunjukkan bahwa buku fiksi tidak selalu hadir hanya untuk hiburan. Dari kisah yang menyinggung waktu, pencarian jati diri, sampai cerita yang menguras emosi, daftar bacaan mereka justru terasa dekat dengan pengalaman hidup banyak orang.

Menariknya, tiap judul yang dibaca para member membawa warna yang berbeda. Ada novel klasik, cerita detektif dengan pendekatan tak biasa, hingga buku kutipan yang memberi ruang untuk merenung lebih pelan.

Bacaan yang menyorot waktu dan kehidupan modern

Suho diketahui membaca Momo karya Michael Ende, novel yang juga dikenal dengan judul The Grey Gentlemen atau The Men in Grey. Buku ini pertama kali terbit pada 1973 dan setahun kemudian meraih Deutscher Jugendliteratur Preis.

Cerita Momo berpusat pada gadis kecil pemberani yang menghadapi pencuri waktu misterius bernama Tuan Kelabu. Lewat kisah itu, Michael Ende menyampaikan kritik sosial terhadap hidup modern yang terlalu sibuk dan mengajak pembaca lebih menghargai waktu.

Pilihan Kai yang tidak hanya soal misteri

Kai termasuk member yang punya lebih dari satu buku favorit, dan salah satunya adalah The Devotion of Suspect X karya Keigo Higashino. Novel ini menawarkan cara bercerita yang berbeda dari detektif pada umumnya karena tidak sekadar menebak siapa pelakunya.

Kisahnya menyorot Tetsuya Ishigami, guru matematika yang menyusun alibi untuk menutupi kejahatan tetangganya. Di sisi lain, Manabu Yukawa, fisikawan jenius berjuluk Detektif Galileo, mencoba mengungkap kebenaran, sementara hubungan pertemanan lama keduanya membuat konflik cerita terasa lebih emosional.

Kai juga membaca I Want to Eat Your Pancreas karya Sumino Yoru. Judulnya terdengar mengejutkan, tetapi maknanya bersifat kias dan membawa pembaca ke drama romantis yang mengharukan.

Cerita bermula saat tokoh “Aku” menemukan buku di lorong rumah sakit. Buku itu ternyata milik Sakura Yamauchi, siswi populer yang menderita penyakit pankreas dan diperkirakan tidak akan hidup lama.

Novel klasik yang bicara soal jati diri

Chanyeol diketahui pernah membaca Demian karya Hermann Hesse. Novel klasik ini pertama kali terbit pada 1919 dan masih dianggap relevan karena tema yang dibawanya tetap dekat dengan pembaca masa kini.

Kisahnya mengikuti Emil Sinclair, pemuda dari keluarga berada yang tumbuh di bawah tuntutan moral dan pendidikan tinggi. Tekanan itu membuatnya merasa terkungkung, sampai akhirnya ia bertemu Max Demian, teman sekolah dengan cara pandang unik yang mendorongnya melihat dunia dari sudut berbeda.

Buku kutipan yang memberi jeda

DO EXO pernah membaca The Magical Moment karya Paulo Coelho. Buku ini bukan novel, melainkan kumpulan kutipan yang mengajak pembaca berhenti sejenak dan mendengarkan diri sendiri.

Kesan hangat juga datang dari ilustrasi karya Joong Hwang Hwang yang melengkapi isi buku. Perpaduan kata-kata bijak dan visual warna-warni membuat buku itu terasa ceria saat dibaca.

Ragam bacaan member EXO memperlihatkan bahwa fiksi bisa menyentuh banyak sisi kehidupan, dari kritik sosial sampai pencarian makna diri. Daftar ini juga menunjukkan kenapa judul-judul tersebut terus menarik dicari, karena ceritanya tidak berhenti pada alur semata, tetapi meninggalkan pesan yang mudah dirasakan pembaca.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru