Jawa Barat akan menjadi sorotan utama dalam peringatan Day of The Seafarer 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 Juni 2026. Bagi daerah ini, agenda tersebut bukan sekadar acara rutin, melainkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa ekosistem maritimnya mulai bergerak ke level yang lebih strategis.
Di balik penyelenggaraan itu, ada dorongan yang lebih besar untuk menempatkan Jawa Barat sebagai simpul maritim baru di Indonesia. Pelabuhan Patimban, kawasan Rebana, industri logistik, galangan kapal, dan pengembangan sumber daya manusia pelaut menjadi bagian yang saling terhubung dalam arah pembangunan tersebut.
Dari kebijakan ke praktik
Day of The Seafarer 2026 mengusung tema “From Policy to Practice: Powering Maritime Excellence”. Tema ini menegaskan bahwa acara tersebut ingin menjembatani arah kebijakan dengan pelaksanaan nyata di lapangan, terutama dalam sektor pelayaran dan logistik.
Ruang pertemuan yang disiapkan juga tidak sempit. Regulator, pelaut, shipowner, operator pelabuhan, industri logistik, galangan kapal, perbankan, investor, akademisi, dan masyarakat maritim akan dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan.
Tiga agenda utama yang disiapkan
Penyelenggaraan ini telah disusun dalam tiga agenda besar. Agenda itu meliputi Maritime Career & Industry Expo, Strategic Maritime Forum dalam format FGD dan gala dinner, serta Fun Walk & Konser Rakyat Maritim.
Susunan tersebut menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya ditujukan untuk kalangan industri. Panitia juga ingin membuka ruang yang lebih luas bagi publik agar pertemuan antara dunia usaha, pembuat kebijakan, dan masyarakat maritim bisa terjadi dalam satu rangkaian.
Peran pelaut ditempatkan di garis depan
Ketua Pelaksana DoTS 2026, Dede Saputra, menilai agenda ini tidak layak dipandang sebagai seremoni semata. Ia melihat Jawa Barat perlu ikut mengambil peran dalam rantai logistik, pelayaran, investasi maritim, dan pengembangan sumber daya manusia pelaut Indonesia jika ingin menjadi pusat pertumbuhan baru nasional.
Dede juga menyoroti posisi pelaut sebagai tulang punggung konektivitas nasional yang kerap kurang mendapat perhatian. Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan tidak bisa mengabaikan peran pelaut, karena kapal tidak akan bergerak tanpa mereka dan logistik nasional bisa terganggu bila pergerakan kapal terhambat.
Jabar dan ekosistem yang mulai tersambung
Penyelenggaraan Day of The Seafarer 2026 di Jawa Barat dipandang sebagai penanda bahwa provinsi ini mulai masuk ke posisi yang lebih penting dalam peta maritim nasional. Kekuatan itu bukan bertumpu pada satu sektor, melainkan pada hubungan antarpotensi yang sudah berkembang di daerah.
Pelabuhan Patimban menjadi salah satu penopang utama, disusul kawasan Rebana, industri logistik, galangan kapal, dan pengembangan SDM pelaut. Seluruh unsur itu dinilai bisa saling menguatkan dan mendorong pertumbuhan sektor maritim yang lebih terintegrasi.
Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, agenda pada akhir Juni 2026 itu diharapkan menjadi titik temu baru bagi penguatan industri maritim di Jawa Barat. Dari forum industri hingga kegiatan publik, rangkaian ini disiapkan untuk memperlihatkan bahwa daerah tersebut tengah bergerak menuju peran yang lebih besar di maritim Indonesia.
Source: www.jpnn.com






