Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong skema baru untuk menyelamatkan keahlian tradisional yang mulai langka. Ia ingin para maestro seperti pembatik, pengukir, pelukis, perajin anyaman, hingga juru masak tradisional digaji bulanan agar fokus mengajar generasi muda.
Usulan itu menempatkan para perajin senior bukan hanya sebagai penjaga warisan, tetapi juga sebagai pengajar dalam jalur pendidikan nonformal maupun sekolah. Dedi menilai cara tersebut penting agar keterampilan turun-temurun tidak putus di tengah jalan.
Fokus pada regenerasi keterampilan
Dedi menyoroti berkurangnya minat anak muda pada bidang-bidang tradisional. Menurut dia, Jawa Barat memiliki kekuatan besar di sektor kerajinan, terutama anyaman yang berkembang di Tasikmalaya dan Garut.
Namun, jumlah generasi muda yang menekuni bidang itu terus menurun. Karena itu, ia menggagas pembentukan pusat pembelajaran seperti Paguron Batik, Paguron Anyaman, Paguron Ukir, dan Paguron Lukis.
Pusat pembelajaran tersebut diharapkan menjadi ruang pewarisan keterampilan tradisional kepada anak muda. Skema ini juga diarahkan untuk menjaga kesinambungan perajin yang selama ini menjadi penjaga identitas budaya daerah.
Ancaman hilangnya maestro tradisional
Tanpa langkah regenerasi, Jawa Barat berisiko kehilangan banyak maestro kerajinan dari berbagai bidang. Kekhawatiran itu mencakup pembatik, pemahat, pelukis, hingga perajin anyaman yang jumlahnya dinilai kian menyusut.
Dedi meminta para pembatik dikumpulkan dan diberi gaji bulanan yang cukup untuk mengajarkan membatik. Ia juga memasukkan ukiran, lukisan, masakan tradisional, dan anyaman ke dalam skema yang sama.
Ia menilai pendekatan itu akan memberi ruang yang layak bagi para maestro untuk meneruskan ilmu secara terstruktur. Dengan begitu, keahlian tradisional tidak berhenti pada satu generasi saja.
Sunda Karsa Fest dan peran UMKM
Usulan tersebut disampaikan saat menghadiri Opening Ceremony Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 di Bandung. Acara yang digelar Bank Indonesia bersama Dekranasda Provinsi Jawa Barat itu juga menjadi momentum evaluasi perkembangan UMKM di daerah.
Dedi menyebut ajang itu bukan hanya promosi, melainkan sarana membangun kepercayaan diri bahwa UMKM adalah bagian penting dari sistem ekonomi daerah. Ia juga mendorong kegiatan serupa tidak hanya terpusat di Kota Bandung.
Menurut dia, gelaran seperti ini sebaiknya dilakukan bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Tujuannya agar ekonomi kreatif tumbuh lebih merata dan produk unggulan daerah makin dikenal.
Transaksi naik tajam
Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 mencatat total transaksi penjualan Rp 53,75 miliar. Capaian itu meningkat sekitar 170 persen dibanding tahun lalu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pamer produk unggulan daerah. Ia menegaskan acara itu juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.
