Gelombang kedatangan delegasi asing ke Teheran membuat rangkaian pemakaman Ali Khamenei berubah menjadi panggung diplomasi yang menyita perhatian luas. Kehadiran utusan dari berbagai negara dan kelompok lintas kawasan menunjukkan bahwa peristiwa ini memiliki bobot politik yang melampaui urusan domestik Iran.
Media negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa sejumlah pejabat tinggi sudah tiba untuk menghadiri prosesi tersebut. Mereka mencakup Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Wilayah Kurdistan Nechirvan Barzani, Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Kehadiran dari beragam kawasan
Selain para pejabat negara, Iran juga mencatat kedatangan perwakilan dari Palestina, Rusia, Turki, Libanon, India, Thailand, dan Bulgaria. Mereka datang dengan latar belakang politik dan keagamaan yang berbeda, tetapi sama-sama menghadiri rangkaian penghormatan terakhir di Teheran.
Delegasi ulama dari Palestina dan Rusia ikut hadir dalam upacara tersebut. Ada pula perwakilan partai politik dari Turki dan Libanon, utusan dari India, kelompok Muslim Syiah Thailand, anggota parlemen serta perwakilan Partai Republik Bulgaria, hingga anggota Hizbullah Libanon yang menggelar upacara perpisahan khusus.
Prosesi berlangsung bertahap selama sepekan
Menurut jadwal yang diumumkan, upacara peringatan resmi dengan kehadiran kepala negara dan pemimpin agama akan berlangsung di Teheran pada Jumat ini. Setelah itu, rangkaian penghormatan berlanjut selama sepekan di sejumlah kota dan lokasi penting di Iran serta Irak.
Prosesi dimulai dengan penghormatan dan peringatan resmi di Teheran pada Jumat hingga Minggu, lalu pemakaman utama di Teheran pada Senin. Rangkaian berikutnya dijadwalkan di Qom pada Selasa dan di Irak pada Rabu, sebelum pemakaman akhir digelar di Kompleks Makam Imam Ali Reza, Mashhad, pada Kamis.
Dampak regional yang terus meluas
Kematian Ali Khamenei disebut memicu ketegangan regional yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, setiap kedatangan delegasi asing ikut dibaca sebagai sinyal bahwa momentum ini menyentuh kepentingan politik yang lebih luas di kawasan.
Pihak berwenang Iran memperkirakan jumlah pelayat internasional masih akan bertambah hingga puncak prosesi di Mashhad. Teheran pun menjadi pusat perhatian karena pemakaman ini bukan hanya agenda kenegaraan, tetapi juga ajang pertemuan simbolik bagi tokoh-tokoh dari Timur Tengah, Asia, dan Eropa.
Source: mediaindonesia.com






