Siadi Cup III di Kabupaten Malang kembali menegaskan perannya sebagai ruang pembinaan sepak bola usia muda di Kecamatan Lawang. Turnamen antardesa dan kelurahan ini menghadirkan kompetisi yang tidak hanya memancing persaingan sehat, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di depan pencari bakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai yang paling penting dari ajang tersebut adalah konsistensinya. Menurut dia, turnamen yang terus bergulir seperti Siadi Cup memberi nilai lebih karena tidak sekadar berlangsung satu kali, melainkan menjadi wadah berkelanjutan bagi talenta lokal.
Panggung pembinaan di tengah masyarakat
Tahun ini, Siadi Cup III diikuti 12 tim yang mewakili 10 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Lawang. Para peserta berasal dari Desa Sidoluhur, Srigading, Sidodadi, Bedali, Sumberngepoh, Sumberporong, Mulyoarjo, Turirejo, Wonorejo, Ketindan, serta Kelurahan Kalirejo dan Kelurahan Lawang.
Format antardesa dan kelurahan membuat turnamen ini terasa dekat dengan warga. Di sisi lain, kompetisi semacam ini memberi ruang bagi pembinaan olahraga yang tumbuh dari lingkungan sendiri, bukan dari pusat pembinaan yang jauh dari masyarakat.
Derby lokal langsung membuka turnamen
Laga pembuka mempertemukan Kelurahan Lawang dan Kelurahan Kalirejo dalam derby lokal yang berlangsung di hadapan penonton di Lapangan Kali Surak, Kalirejo, Lawang, Kabupaten Malang. Pertemuan dua tim yang sama-sama berasal dari wilayah setempat itu menambah daya tarik awal kompetisi tahunan ini.
Emil membuka seremoni turnamen dengan tendangan pertama, didampingi Bupati Malang Sanusi dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. Kehadiran ketiganya menandai dimulainya Siadi Cup III secara resmi.
Menarik perhatian pencari bakat
Daya tarik turnamen ini juga meningkat karena tim pencari bakat Arema FC ikut memantau jalannya kompetisi. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa ajang lokal seperti Siadi Cup dapat menjadi ruang unjuk kemampuan yang serius bagi pemain muda.
Dengan perhatian dari pencari bakat, pertandingan di Lawang tidak hanya bernilai sebagai perebutan kemenangan antardesa dan kelurahan. Ajang ini juga bisa menjadi titik awal bagi pesepak bola muda yang ingin melangkah ke level yang lebih tinggi.
Inisiatif tokoh lokal
Turnamen ini diinisiasi oleh Siadi, tokoh masyarakat setempat yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI atau Malang Raya. Ia menempatkan Siadi Cup sebagai kegiatan yang lahir dari lingkungan lokal, namun memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.
Siadi menyampaikan harapan agar keberhasilan penyelenggaraan di tingkat kecamatan dapat meluas ke wilayah Malang Raya. Baginya, konsistensi penyelenggaraan menjadi modal penting agar kompetisi serupa bisa tumbuh lebih masif di masa mendatang.
Source: jatim.times.co.id






