Deretan Ilmuwan Hilang dan Tewas di AS, Asal-usulnya Terseret Ke Los Alamos Hingga Jejak UFO

Sorotan terbesar justru muncul dari gabungan nama-nama yang tersebar di bidang berbeda: fisika plasma, antariksa, biologi kimia, hingga lingkungan riset yang punya sejarah terkait UFO dan fasilitas nuklir. Karena rangkaian kematian dan hilangnya para ilmuwan itu terjadi dalam periode yang berdekatan, perhatian publik ikut mengarah ke FBI, NASA, dan Gedung Putih.

Meski begitu, hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan semua peristiwa tersebut saling berhubungan dalam satu pola besar. Sejumlah kasus bahkan sudah dijelaskan sebagai insiden terpisah, mulai dari kondisi kesehatan, tindak kriminal acak, hingga hilang yang masih diselidiki.

Kasus yang paling memicu dugaan publik

Nama Nuno F.G. Loureiro ikut banyak dibahas karena ia adalah profesor di Massachusetts Institute of Technology yang meneliti fisika plasma dan energi fusi. Ia tewas dalam insiden penembakan pada Desember 2025, dan peristiwa itu juga melibatkan pelaku yang sama dengan kasus penembakan di universitas lain.

Pihak berwenang memandang kematian Loureiro sebagai tindak kriminal individual tanpa motif yang jelas terkait pekerjaannya. Namun, bidang riset yang ia tekuni dianggap sangat strategis, sehingga namanya cepat masuk dalam daftar kasus yang memunculkan spekulasi di internet.

Di kelompok ilmuwan lain yang bekerja pada energi dan fisika, ada pula beberapa kematian yang waktunya berdekatan. Tidak semuanya terkait proyek militer atau nuklir, tetapi publik tetap menaruh perhatian karena riset mereka berhubungan dengan teknologi tinggi.

Nama dari dunia antariksa ikut terseret

Perhatian publik juga mengarah ke para peneliti yang pernah bekerja di NASA. Michael David Hicks, peneliti yang fokus pada asteroid dan komet, dilaporkan meninggal pada 2023, sementara pihak keluarga menyebut ia memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Nama lain yang ikut muncul adalah Frank Maiwald, yang berkontribusi pada misi pengamatan bumi dan satelit iklim. Selain itu, Monica Jacinto Reza dilaporkan hilang saat hiking pada 2025, sehingga daftar kasus yang dikaitkan dengan dunia riset antariksa semakin panjang.

Walau tidak ada indikasi ancaman terhadap keamanan nasional dalam kasus-kasus itu, hubungan mereka dengan proyek luar angkasa membuat spekulasi terus bergerak. Dugaan tentang keterkaitan dengan penelitian rahasia pun menyebar luas di internet.

Kematian yang dinilai terpisah dari pekerjaan

Carl Grillmair, astrofisikawan dari California Institute of Technology, juga masuk dalam perhatian karena ditembak di rumahnya pada 2026. Tersangka dalam kasus itu disebut sebelumnya pernah masuk ke properti milik Grillmair.

Grillmair dikenal lewat riset tentang materi gelap dan struktur galaksi. Meski pihak berwenang menyatakan tidak ada kaitan antara pekerjaannya dan pembunuhan tersebut, minat publik tetap tinggi karena topik yang ia teliti sering dianggap dekat dengan misteri alam semesta.

Kasus lain datang dari Jason Thomas, ilmuwan di bidang biologi kimia yang sempat dilaporkan hilang pada akhir 2025. Ia kemudian ditemukan meninggal di sebuah danau, dan pihak berwenang menyebut tidak ada tanda-tanda tindak kriminal dalam peristiwa itu.

Jejak nuklir dan kisah lama tentang UFO

Di antara seluruh kasus itu, hilangnya William McCasland paling sering memancing teori liar. Ia adalah mantan jenderal Angkatan Udara yang pernah memimpin laboratorium riset di pangkalan dengan sejarah penelitian UFO.

Dua individu dari Los Alamos National Laboratory, Anthony Chavez dan Melissa Casias, juga dilaporkan menghilang. Pihak berwenang menegaskan belum ada bukti yang menghubungkan kasus-kasus tersebut dengan pekerjaan mereka.

Kombinasi antara fasilitas nuklir dan jejak sejarah penelitian UFO membuat isu ini cepat berkembang di ruang digital. Namun, sampai saat ini belum ada dasar yang cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa seluruh kematian dan hilangnya ilmuwan itu berasal dari satu rangkaian peristiwa yang sama.

Sebagian kasus memang melibatkan ilmuwan di bidang yang sensitif, tetapi latarnya berbeda-beda. Ada yang berkaitan dengan kesehatan, ada yang berakhir sebagai tindak kriminal acak, dan ada pula yang masih berada dalam proses penyelidikan.

Source: www.suara.com

Berita Terkait