Desak Made Tembus Tekanan di Krakow, Emas untuk Indonesia dari Jalur Paling Sengit

Author: Redaksi Android62

Desak Made Rita Kusuma Dewi membawa pulang medali emas dari nomor speed individu putri pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia. Ia menutup final dengan catatan 6,54 detik dan memastikan Indonesia kembali berdiri di podium tertinggi.

Kemenangan itu lahir dari persaingan yang sangat rapat sejak fase awal. Di babak penentuan, Desak harus menghadapi dua wakil tuan rumah, Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw, serta atlet Amerika Serikat, Emma Hunt, dalam format empat jalur.

Final yang menuntut ketenangan penuh

Babak final hanya memberi ruang bagi dua atlet dengan catatan terbaik dari masing-masing jalur. Dari situ, Desak lolos bersama Emma Hunt, sementara Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw juga mengamankan tiket dari jalur lain.

Di partai puncak, Desak tampil paling cepat dan paling stabil. Natalia Kalucka finis dengan waktu 6,62 detik untuk meraih perak, sedangkan Emma Hunt menempati posisi ketiga setelah mencatat 11,37 detik.

Kerja tim di balik emas Desak

Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Fitriyani, menyambut hasil tersebut dengan penuh syukur. Ia menegaskan bahwa capaian Desak tidak lepas dari kerja keras atlet dan seluruh tim.

“Alhamdulillah Desak meraih emas, ini buah kerja keras atlet dan tim secara menyeluruh,” kata Fitriyani.

Pernyataan itu memperlihatkan betapa besar peran persiapan dalam nomor speed. Di cabang yang sangat bergantung pada reaksi, ritme, dan ketenangan, konsistensi menjadi faktor penentu di setiap babak.

Perjalanan Indonesia di Krakow

Desak juga melewati tekanan besar pada semifinal yang kembali menggunakan format empat jalur. Pada fase ini, ia bersaing dengan Emma Hunt, Natalia Kalucka, dan atlet China, Yuju Mou.

Di jalur lainnya, Aleksandra Miroslaw bersaing dengan Natalia Kalucka, Leslie Adriana Romero Perez dari Spanyol, dan Polina Khalkevych asal Ukraina. Situasi tersebut membuat persaingan berlangsung padat dan menuntut presisi tinggi dari setiap atlet.

Indonesia sendiri menurunkan tujuh atlet pada nomor speed di seri World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung pada 3-5 Juli. Di sektor putri ada Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih, sedangkan sektor putra diisi Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.

Selain nomor speed individu putra dan putri, tim Merah Putih juga turun di nomor relay putra, relay putri, dan relay campuran. Kehadiran banyak wakil di berbagai nomor menunjukkan Indonesia tetap menjaga daya saing di panggung panjat tebing dunia, dengan Desak menjadi sorotan utama lewat emas di Krakow.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru