Dewi Irawan Hadapi Duka Beruntun, Tetap Mendampingi Ria dan Lukman Melawan Kanker

Author: Redaksi Android62

Dewi Irawan menjalani peran pendamping keluarga dalam situasi yang sangat berat. Ia tetap berada di sisi adiknya, Ria Irawan, dan suaminya, Lukman Karim, saat keduanya menjalani perjuangan melawan kanker.

Beban itu tidak hanya datang dari kebutuhan perawatan sehari-hari, tetapi juga dari duka yang berulang. Ria meninggal pada awal 2020, sementara ibunda mereka, Ade Irawan, berpulang beberapa hari setelahnya.

Ujian Dewi berlanjut ketika Lukman Karim didiagnosis kanker hati. Demi menemani pengobatan suaminya, Dewi menetap di Italia selama berbulan-bulan hingga Lukman meninggal pada Juli 2021.

Peran Pendamping yang Menguras Mental

Menurut Dewi, pendamping pasien harus memiliki ketahanan mental yang besar. Mereka bukan hanya membantu urusan fisik dan medis, melainkan juga ikut menampung kecemasan serta keluhan orang yang dirawat.

Dewi mengatakan pengalamannya selama ini berangkat dari keluarga sendiri. “Saya mendedikasikan waktu saya sebagai sukarelawan untuk keluarga sendiri. Selama ini saya cuma punya pengalaman jadi caregiver untuk keluarga, untuk mendampingi Ria dan suami saya yang juga meninggal karena kanker,” katanya, dikutip dari hot.detik.com.

Ia menilai kekuatan pendamping perlu melampaui pasien dalam situasi tertentu. Pendamping harus tetap tenang ketika kondisi kesehatan berubah, rasa sakit datang kembali, atau suasana hati pasien menjadi tidak menentu.

“Seorang caregiver itu harus jauh lebih kuat daripada orang yang dirawatnya. Hatinya harus punya banyak ruang atau berbilik-bilik, supaya bisa memperlakukan setiap anggota keluarga dengan cara yang berbeda-beda sesuai kebutuhan mereka,” ujar Dewi.

Perjalanan Keluarga Dewi Irawan

Anggota keluarga Kondisi yang disebut Keterangan
Ria Irawan Kanker getah bening Meninggal pada awal 2020
Lukman Karim Kanker hati Meninggal pada Juli 2021
Ade Irawan Tidak disebutkan Berpulang beberapa hari setelah Ria

Pengalaman mendampingi Ria Irawan membuat Dewi memahami bahwa kebutuhan pasien tidak dapat disamaratakan. Kondisi fisik, emosi, dan cara seseorang menghadapi penyakit dapat berbeda meski sama-sama menjalani masa pengobatan yang berat.

Hal serupa juga ia hadapi saat menemani Lukman di Italia. Selain mengurus kebutuhan medis suaminya, Dewi memberikan dukungan moral agar Lukman tetap memiliki semangat selama menjalani perawatan.

Memberi Ruang untuk Keluhan Pasien

Dewi menekankan bahwa pendamping perlu menyediakan ruang bagi pasien untuk menyampaikan keluh kesahnya. Kesabaran menjadi penting karena tekanan emosional dapat muncul sewaktu-waktu selama masa perawatan.

“Hati kita harus bisa menampung segala keluh kesah pasien. Sebagai pendamping, kita harus lebih sabar dan memiliki persiapan mental yang matang karena situasinya tidak pernah mudah,” terangnya.

Bagi Dewi, kehadiran keluarga memberi arti penting bagi pasien yang menghadapi kondisi sulit. Pendampingan tidak berhenti pada perawatan, tetapi juga mencakup upaya membuat orang tercinta tetap merasa dihargai dan didengar.

Kisah Dewi memperlihatkan besarnya tanggung jawab seorang Caregiver Keluarga yang kerap bekerja jauh dari sorotan. Pengabdian tersebut menuntut tenaga, kesabaran, serta kesiapan menghadapi kemungkinan kehilangan.

Source: hot.detik.com
Berita Terbaru