Dexlite Dan Pertamina Dex Menyentuh Rp25 Ribu, Lonjakan BBM Diesel Terasa Di Banyak Wilayah

Author: Redaksi Android62

Dexlite dan Pertamina Dex menjadi sorotan utama dalam pembaruan harga BBM per 24 April 2026 karena keduanya hampir menyentuh Rp25 ribu per liter di sejumlah wilayah. Pada beberapa daerah luar Jawa, Pertamina Dex bahkan tercatat berada di level Rp24.950 per liter, sementara BP Ultimate Diesel mencapai Rp25.560 per liter.

Kenaikan di kelompok BBM diesel non-subsidi ini muncul setelah penyesuaian harga yang berlaku sejak 18 April 2026. Di saat yang sama, harga beberapa produk bensin tetap lebih stabil, termasuk Pertalite yang masih Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter pada wilayah yang disebut dalam data.

Harga diesel non-subsidi makin menonjol

Tekanan harga paling terasa datang dari produk diesel non-subsidi yang kini berada jauh di atas bensin. Di wilayah Jawa, Dexlite tercatat Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter, sehingga jaraknya dengan batas Rp25 ribu tinggal sedikit.

Kondisi ini membuat pengguna kendaraan diesel, terutama yang bergantung pada BBM non-subsidi, langsung melihat perubahan yang cukup signifikan. Meski begitu, harga bensin tertentu masih bertahan, seperti Pertamax di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter.

Wilayah luar Jawa mencatat angka lebih tinggi

Di beberapa wilayah luar Jawa, harga Pertamina Dex naik lebih dekat lagi ke Rp25 ribu. Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara mencatat Pertamina Dex Rp24.950 per liter, sedangkan Dexlite berada di Rp24.650 per liter.

Selain itu, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan seluruh wilayah Sulawesi juga menunjukkan harga yang tinggi. Di daerah-daerah tersebut, Pertamina Dex dipatok Rp24.450 per liter dan Dexlite Rp24.150 per liter.

Perbedaan antardaerah ini menunjukkan bahwa biaya distribusi dan kondisi geografis masih berpengaruh besar terhadap pembentukan harga BBM. Wilayah kepulauan dan daerah yang lebih jauh dari pusat pasokan cenderung memiliki harga lebih mahal dibanding kawasan yang lebih mudah dijangkau.

Jawa, Batam, dan peta harga yang berbeda

Di Pulau Jawa, harga subsidi tidak mengalami perubahan sehingga Pertalite tetap menjadi acuan utama bagi banyak pengguna kendaraan. Biosolar juga masih berada di Rp6.800 per liter, membuat dua produk bersubsidi itu tetap lebih terjangkau dibanding BBM non-subsidi.

Batam yang berstatus FTZ masih mencatat harga yang relatif lebih rendah dibanding banyak wilayah lain. Di wilayah ini, Pertamax tercatat Rp11.750 per liter, Dexlite Rp22.450 per liter, dan Pertamina Dex Rp22.700 per liter.

Selisih harga di Batam menunjukkan bahwa kebijakan wilayah khusus tetap memberi dampak terhadap biaya yang dibayar konsumen. Bagi pengguna kendaraan niaga dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada bahan bakar diesel, perbedaan kecil sekalipun bisa memengaruhi pengeluaran harian.

BP-AKR ikut menyesuaikan harga

Perubahan harga tidak hanya terjadi di Pertamina karena jaringan SPBU BP-AKR juga memperbarui harga BBM pada April 2026 dan masih memberlakukannya hingga 24 April 2026. BP 92 tercatat Rp12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate berada di Rp12.930 per liter.

Pada kategori diesel, BP Ultimate Diesel tercatat Rp25.560 per liter dan menjadi salah satu yang paling mahal dalam daftar harga terbaru. Angka ini mempertegas bahwa kenaikan paling tajam memang terjadi pada BBM diesel non-subsidi, sementara harga bensin masih relatif lebih stabil.

Dalam kondisi seperti ini, harga subsidi tetap menjadi penyangga utama bagi konsumen yang sensitif terhadap perubahan tarif. Pertalite yang bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter memberi ruang bagi pengguna kendaraan tertentu untuk tetap menekan biaya, meski produk non-subsidi terus bergerak naik di banyak wilayah.

Berita Terbaru