Robot humanoid buatan Honor mencatat hasil yang mengejutkan dalam half-marathon khusus robot di Beijing. Mesin itu menyelesaikan 21 kilometer dalam 50 menit 26 detik, sehingga melampaui rekor dunia half-marathon manusia yang masih berada di kisaran 57 menit.
Selisih hampir tujuh menit itu menjadi sorotan karena jaraknya cukup lebar untuk lomba setengah maraton. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa robot humanoid kini tidak lagi hanya tampil sebagai demonstrasi laboratorium, tetapi sudah masuk ke fase unjuk kemampuan yang jauh lebih serius.
Peningkatan yang sangat cepat dalam satu tahun
Yang membuat pencapaian ini semakin menonjol adalah perubahan waktunya yang sangat besar dibanding ajang serupa setahun sebelumnya. Saat itu, robot pemenang masih memerlukan 2 jam 40 menit 42 detik untuk menuntaskan lintasan yang sama.
Dalam kurun 12 bulan, waktu tempuh itu turun menjadi sedikit di atas 50 menit. Lonjakan ini menunjukkan kemajuan cepat pada aspek kecepatan, kestabilan gerak, dan daya tahan robot humanoid saat berlari jauh.
Perbandingan dengan rekor manusia juga membuat hasil robot Honor terlihat semakin mencolok. Rekor half-marathon manusia sebelumnya dicatat oleh pelari Uganda, Jacob Kiplimo, di Lisbon, sementara hasil dari Beijing langsung menempatkan robot pada level yang sangat berbeda dari pelari tercepat manusia.
Lintasan yang sama, tantangan yang tidak sama
Ajang di Beijing berlangsung bersamaan dengan lomba lari manusia di lokasi yang sama. Kondisi ini memberi gambaran langsung bagaimana robot dan manusia menghadapi rute yang serupa, meski dengan kendali dan kemampuan yang jelas berbeda.
Di sisi lain, perlombaan itu juga menampilkan sejumlah kendala yang menunjukkan bahwa robot belum sepenuhnya bebas dari masalah teknis. Setidaknya satu robot terjatuh tepat di garis start, sedangkan robot lain menabrak pembatas di tengah perlombaan.
Sun Zhigang menyebut momen tersebut sebagai kali pertama robot melampaui manusia. Sementara itu, Wang Wen menilai peristiwa itu bisa dibaca sebagai tanda datangnya “era baru”.
Kecepatan tinggi belum tentu cukup
Meski sempat menjadi yang lebih dulu mencapai garis finis, robot Honor tidak otomatis membawa pulang gelar juara menurut sistem penilaian lomba. Laporan Global Times menyebut robot itu dikendalikan secara terpisah dan jarak jauh, lalu finis dengan catatan 48 menit 19 detik.
Namun, penilaian lomba memberi bobot lebih besar pada navigasi otonom. Karena itu, gelar juara tetap diberikan kepada robot yang dapat menempuh seluruh rute tanpa kendali manusia secara langsung selama berlari.
Sekitar 40 persen robot peserta mampu bernavigasi sepenuhnya sendiri. Sisanya masih bergantung pada kendali jarak jauh, sehingga lomba ini menilai bukan hanya kecepatan, tetapi juga kemandirian saat menjaga arah dan ritme di lintasan.
Dorongan besar untuk robot humanoid di China
Ajang di Beijing juga mencerminkan arah besar pengembangan robot humanoid di China. Dalam rencana ekonomi lima tahunan 2026 hingga 2030, pemerintah China secara eksplisit memasukkan pengembangan robot humanoid dan percepatan penerapannya di dunia nyata.
Perkembangan industri pendukungnya ikut menunjukkan skala yang semakin besar. Lembaga riset Omdia di London mencatat tiga perusahaan China, yaitu AGIBOT, Unitree Robotics, dan UBTech Robotics Corp., sebagai vendor tingkat pertama dalam kategori robot cerdas berwujud umum berdasarkan volume pengiriman.
Ketiganya disebut mengirim lebih dari 1.000 unit pada tahun lalu, sementara AGIBOT dan Unitree masing-masing melampaui 5.000 unit. Data tersebut memberi gambaran bahwa pasar robot humanoid di China sudah bergerak melewati tahap demonstrasi dan mulai masuk ke produksi yang lebih luas.
Tolok ukur baru bagi kemampuan robot
Half-marathon robot humanoid pada dasarnya bukan sekadar pertunjukan teknologi. Kompetisi ini memaksa robot menghadapi jarak jauh, navigasi, dan gangguan nyata di lintasan, sehingga kemampuan teknisnya bisa diuji dalam kondisi yang lebih mendekati penggunaan sesungguhnya.
Jika sebuah robot mampu menempuh 21 kilometer secara mandiri, kemampuan itu menjadi relevan untuk berbagai kebutuhan praktis. Dari 2 jam 40 menit menjadi sedikit di atas 50 menit dalam satu tahun, pencapaian ini menunjukkan bahwa robotika humanoid berkembang sangat cepat dan terus mendekati tingkat kemandirian yang lebih tinggi di lintasan maupun di luar arena lomba.







