Di Laut Dalam Yang Gelap, Ikan Tripod Bertahan Dengan Sirip Seperti Kaki dan Cara Makan yang Hemat Energi

Di laut dalam yang gelap dan dingin, ikan tripod punya cara hidup yang sangat hemat energi. Hewan dari genus Bathypterois ini lebih sering diam di tempat sambil menunggu makanan terbawa arus mendekat ke mulutnya.

Perilaku itu membuat ikan tripod berbeda dari ikan pada umumnya yang aktif berenang untuk mencari mangsa. Dalam lingkungan dengan makanan yang jarang, strategi pasif seperti ini justru menjadi kunci untuk bertahan hidup.

Sirip yang membuat tubuh tampak seperti bertumpu

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari ikan tripod adalah siripnya yang panjang. Pada spesies Bathypterois grallator, sirip yang berasal dari bagian sirip perut dan ekor dapat memanjang hingga sekitar satu meter.

Saat ikan ini berhenti bergerak, sirip itu menjadi kaku dan menopang tubuhnya di dasar laut. Dari kejauhan, posisi tersebut membuatnya terlihat seperti berdiri dengan tiga kaki.

Ketika ikan tripod mulai bergerak, siripnya kembali lentur. Perubahan ini membantu tubuh tetap bisa berpindah tanpa kehilangan fungsi penyangga yang menjadi ciri khasnya.

Hidup di wilayah laut yang nyaris tanpa cahaya

Ikan tripod hidup di zona midnight dan abyssal pada kedalaman sekitar 900 hingga 4.700 meter di bawah permukaan laut. Di lapisan laut seperti ini, cahaya matahari hampir tidak tembus.

Kondisinya gelap total, suhu sangat rendah, dan tekanan air sangat tinggi. Lingkungan ekstrem itu membuat banyak makhluk hidup harus mengandalkan bentuk adaptasi yang tidak biasa untuk bertahan.

Pada kedalaman seperti itu, penglihatan bukan lagi alat utama. Ikan tripod pun menyesuaikan diri dengan mengurangi ketergantungan pada mata yang nyaris tidak berfungsi.

Menunggu arus membawa makanan

Alih-alih aktif berburu, ikan tripod memilih diam menghadap arah arus laut. Dengan posisi itu, ia menunggu partikel organik atau krustasea kecil datang lewat dan kemudian menangkapnya.

Mulut yang terbuka membantu proses tersebut. Cara makan seperti ini juga menghemat energi, sesuatu yang sangat penting di habitat yang minim sumber makanan.

Di bagian insangnya, ikan tripod memiliki struktur mirip sisir yang disebut gill rakers. Bagian ini bekerja menyaring partikel makanan dari air yang mengalir di sekitarnya.

Indra yang bergeser ke bagian tubuh lain

Karena hidup di tempat yang amat gelap, mata ikan tripod mengecil dan hampir tidak lagi menjadi andalan. Sebaliknya, bagian tubuh lain mengambil peran yang lebih besar untuk merespons lingkungan sekitar.

Sirip dada yang memanjang dapat berfungsi sebagai sensor. Melalui bagian ini, ikan tripod bisa mendeteksi getaran dan pergerakan di air tanpa harus bergantung pada penglihatan.

Kemampuan tersebut membuat ikan tripod tetap peka terhadap objek atau perubahan di sekitarnya. Dalam laut dalam yang sepi, kepekaan semacam ini sangat membantu untuk bertahan.

Banyak spesiesnya memiliki sistem reproduksi unik

Selain bentuk tubuh dan cara makannya, kelompok ikan tripod juga menarik karena beberapa spesiesnya bersifat hermafrodit. Artinya, satu individu memiliki organ reproduksi jantan dan betina sekaligus.

Adaptasi ini berguna di laut dalam yang jarang mempertemukan individu lain. Dalam kondisi seperti itu, peluang berkembang biak tetap terbuka meski pasangan sulit ditemukan.

Dengan kombinasi sirip penopang, mata yang menyusut, struktur penyaring di insang, dan sistem reproduksi yang khas, ikan tripod menjadi salah satu penghuni laut dalam yang paling unik. Semua ciri itu menunjukkan bagaimana kehidupan dapat menyesuaikan diri dengan salah satu habitat paling ekstrem di Bumi.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait