Di tengah kerumunan besar peringatan Hari Buruh Sedunia di Monas, pemerintah menyalurkan 350.000 paket sembako kepada buruh sebagai langkah yang menegaskan perhatian pada daya beli pekerja. Distribusi dalam jumlah besar itu membuat area Monumen Nasional dipadati logistik pangan yang terus mengalir agar bantuan bisa segera diterima penerima.
Paket bantuan tersebut dibawa dengan puluhan truk dan dibagikan kepada ratusan ribu pekerja yang datang dari Jakarta serta kabupaten penyangga. Kondisi itu membuat penyaluran harus berlangsung cepat dan tertib, karena antrean penerima terus bertambah sepanjang kegiatan berlangsung hingga siang hari.
Isi paket sembako dirancang untuk kebutuhan harian rumah tangga pekerja. Di dalamnya ada beras premium 2,5 kilogram, gula, kopi, teh, sarden, dan margarin.
Penyediaan paket ini melibatkan Bulog, ID Food, dan BUMD DKI Jakarta. Proses persiapan logistik dilakukan selama tiga hari sebelum acara agar seluruh bantuan siap saat dibagikan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut berjalan atas instruksi langsung dari Kepala Negara. Ia menegaskan Bulog hanya bertugas sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Rizal juga menjelaskan bahwa dana pengadaan sembako tidak berasal dari internal perusahaan. Untuk pembiayaan, Bulog berkoordinasi dengan lembaga kementerian terkait, dan anggaran bantuan disebut berasal dari Sekretariat Negara.
Dengan pola itu, pemerintah menempatkan bantuan pangan ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan bagi pekerja di tengah dinamika ekonomi. Fokusnya adalah meringankan pengeluaran harian buruh agar akses terhadap pangan tetap terjaga dan terjangkau.
Di Monas, penyaluran berlangsung di tengah padatnya massa yang memenuhi kawasan peringatan Hari Buruh. Kehadiran logistik dalam jumlah besar menjadi faktor penting agar pembagian dapat berjalan lebih cepat dan lebih tertib di lapangan.
Bagi para buruh yang hadir, bantuan ini hadir sebagai dukungan nyata pada momentum yang identik dengan aspirasi soal kesejahteraan pekerja. Di saat yang sama, pemerintah menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga daya beli melalui bantuan pangan yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari.
