Di tengah hubungan yang sempat diuji oleh isu konflik Iran, Donald Trump memilih memberi sinyal hangat kepada Inggris saat menyambut Raja Charles III di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, Trump menegaskan bahwa Inggris tetap menjadi teman paling dekat bagi Amerika Serikat dan menyebut hubungan kedua negara sebagai ikatan yang istimewa.
Nada positif itu menarik perhatian karena datang setelah Trump sebelumnya sempat melontarkan kritik keras kepada pemerintah Inggris. Ia bahkan menilai London seharusnya berada di sisi Washington, meski pernyataan tersebut muncul di tengah situasi diplomatik yang sensitif antara Washington, London, dan Teheran.
Sambutan resmi yang dibuat lebih cair
Lawatan kenegaraan Raja Charles berlangsung di Gedung Putih dengan suasana yang tidak seluruhnya kaku. Pada hari pertama, keluarga Trump menjamu Charles dan Ratu Camilla dengan teh dan kue, lalu mengajak keduanya melihat sarang lebah di halaman.
Agenda itu memberi kesan yang lebih santai dari pertemuan diplomatik biasanya. Kehadiran Raja Charles dan Camilla juga menegaskan unsur simbolis dari hubungan panjang Amerika Serikat dan Inggris sebagai dua sekutu lama.
Pernyataan Trump di hadapan tamu dari Inggris
Saat berbicara di depan Raja Charles, Trump menegaskan bahwa sejak Amerika meraih kemerdekaan, Inggris tidak pernah tergantikan sebagai mitra terdekat. Ia juga menekankan harapan agar “hubungan khusus” antara kedua negara tetap terjaga.
Pujian tersebut kontras dengan sikap Trump sebelumnya terhadap Inggris. Ia diketahui mengkritik penolakan Inggris untuk ikut dalam konflik dengan Teheran, dan dalam beberapa isu lain ia juga kerap menyerang Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, termasuk soal perang, imigrasi, dan energi.
Pertemuan dengan pejabat tinggi dan atraksi udara
Dalam rangkaian kunjungan itu, Raja Charles juga berjabat tangan dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump. Di antaranya Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Setelah pidato Trump, empat jet Amerika Serikat melintas di atas Gedung Putih dalam atraksi udara. Trump menyaksikan pertunjukan itu bersama Raja Charles, Ratu Camilla, dan Ibu Negara Melania Trump.
Pengamanan diperketat selama kunjungan
Pengamanan di sekitar Gedung Putih juga ditingkatkan selama kunjungan berlangsung. Langkah itu diambil beberapa hari setelah penembakan di Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih yang dihadiri Trump.
Situasi tersebut membuat kunjungan kenegaraan berlangsung di bawah perhatian keamanan yang lebih ketat. Meski begitu, rangkaian penerimaan tetap berjalan dan menonjolkan sisi seremonial dari hubungan bilateral kedua negara.
Raja Charles membawa pesan rekonsiliasi
Kunjungan kenegaraan itu dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Pada hari kedua, Charles akan berpidato di Kongres AS dengan pesan rekonsiliasi dan pembaruan di tengah hubungan yang sempat menegang.
Dalam bahan pidato yang disiapkan, Charles juga diperkirakan mendorong Amerika Serikat dan Inggris agar terus membela demokrasi bersama. Ia akan menekankan pentingnya cita-cita demokrasi bagi kebebasan dan kesetaraan.
Seluruh rangkaian ini memperlihatkan bahwa kunjungan Raja Charles bukan hanya seremoni negara. Di balik perdebatan soal Iran dan berbagai kritik politik sebelumnya, kedua pihak tetap menjaga komunikasi tingkat tinggi agar hubungan lama itu tidak retak di tengah ketegangan internasional.
Source: news.detik.com