Earphone kabel yang dulu dianggap tertinggal zaman kini kembali punya tempat di kalangan Gen Z. Di tengah dominasi TWS dan AirPods, kabel justru dipakai lagi karena memberi kesan estetik, simpel, dan selaras dengan gaya Y2K yang sedang naik daun.
Fenomena ini terlihat di kampus, coffee shop, transportasi umum, hingga konten TikTok. Bagi sebagian anak muda, earphone berkabel bukan lagi sekadar alat mendengar musik, tetapi sudah menjadi bagian dari tampilan harian yang ikut membentuk gaya berpakaian.
Kabel yang ikut bicara soal gaya
Perubahan paling jelas ada pada cara earphone kabel diperlakukan. Banyak pengguna muda menjadikannya elemen outfit, bukan hanya perangkat audio yang disimpan dan dipakai seperlunya.
Kesan itu makin kuat karena gaya visual era awal 2000-an kembali diminati. Barang-barang lama seperti kamera digital, iPod, dan flip phone ikut viral di media sosial, lalu mengangkat kembali pamor aksesori yang dulu akrab di masa itu.
Di momen seperti ini, kabel earphone justru terlihat menonjol. Saat dunia digital dipenuhi perangkat wireless, kabel yang menjuntai dari ponsel memberi kesan yang mudah dikenali dan terasa berbeda.
EarPods dan nostalgia yang ikut hidup lagi
Salah satu model yang paling sering terlihat adalah EarPods milik Apple. Earphone kabel putih itu lekat dengan era iPod dan awal perkembangan iPhone, sehingga mudah memicu rasa nostalgia.
Desainnya yang sederhana justru menjadi daya tarik baru. Bagi sebagian pengguna, tampilan minimalis EarPods terasa cocok dengan nuansa klasik dan selaras dengan estetika Y2K.
Popularitasnya juga ikut terdorong oleh figur publik yang dikenal luas. Nama seperti Zendaya, Harry Styles, dan Bella Hadid disebut ikut memopulerkan kembali wired earphones di kalangan anak muda.
Dari konten harian sampai mirror selfie
TikTok punya peran besar dalam menghidupkan kembali tren barang retro. Setelah digicam, pemutar MP3, dan flip phone sempat viral, earphone kabel ikut masuk daftar perangkat lawas yang kembali dicari.
Di platform itu, kabel earphone sering sengaja ditampilkan dalam mirror selfie atau video outfit. Cara tampil seperti ini membuat aksesori sederhana terlihat lebih menonjol dan punya nilai visual yang kuat.
Anak muda lalu memadukannya dengan oversized hoodie, cargo pants, denim longgar, dan streetwear bernuansa retro. Kombinasi itu membuat earphone kabel terasa bukan cuma fungsional, tetapi juga selaras dengan identitas gaya yang ingin ditampilkan.
Alasan praktis masih jadi daya tarik
Di luar soal tampilan, banyak pengguna media sosial menilai earphone kabel lebih praktis dibanding TWS. Perangkat ini tidak perlu di-charge, tidak mudah hilang, dan minim masalah koneksi Bluetooth.
Bagi sebagian orang, fungsi yang stabil justru lebih penting daripada fitur yang lebih rumit. Karena itu, earphone kabel tetap relevan meski pilihan teknologi audio terus berkembang.
Di saat yang sama, sebagian pengguna internet juga menyoroti paparan Bluetooth dan gelombang radiofrequency atau RF dari perangkat wireless seperti TWS. Perangkat wireless bekerja menggunakan koneksi Bluetooth yang memancarkan sinyal RF berdaya rendah untuk terhubung dengan ponsel.
Namun hingga kini, belum ada bukti ilmiah meyakinkan bahwa paparan RF rendah dari perangkat wireless berdampak buruk bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang. WHO juga menyebut penelitian tentang penggunaan teknologi wireless dan dampaknya terhadap kesehatan masih terus dilakukan.
Kembalinya earphone kabel menunjukkan bahwa tren Gen Z tidak selalu bergerak ke arah teknologi terbaru. Di tengah budaya serba nirkabel, kabel justru berubah menjadi penanda nostalgia, gaya, dan pilihan praktis yang kembali terasa relevan.
