Diet 6.000 Kalori Erling Haaland, Rahasia Stamina yang Tak Bisa Ditiru Sembarangan

Author: Redaksi Android62

Erling Haaland ternyata membutuhkan asupan energi yang sangat besar untuk menjaga performanya di level elite. Penyerang Timnas Norwegia itu dilaporkan rutin mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari, jauh di atas kebutuhan makan kebanyakan orang dewasa.

Angka tersebut menegaskan betapa ekstrem beban fisik yang ditanggung Haaland di lapangan. Mengutip CNBC Indonesia dan Forbes, kebutuhan harian orang dewasa umumnya berada di kisaran 1.600 hingga 3.000 kalori, sehingga pola makan Haaland berada di kelas yang sangat berbeda.

Kebutuhan Energi yang Selaras dengan Postur dan Produktivitas Gol

Dengan tinggi 196 cm, Haaland memang punya kebutuhan tubuh yang tidak lazim. Catatannya juga mendukung gambaran itu, karena ia telah membukukan 62 gol dalam 54 penampilan untuk Norwegia.

Ia bahkan pernah mencetak tujuh gol hanya dalam empat pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026. Data itu menunjukkan bahwa tuntutan fisik terhadap tubuhnya bukan sekadar besar, melainkan terus-menerus dan sangat intens.

Jika dihitung, membakar 6.000 kalori dapat menuntut aktivitas yang amat berat. Rata-rata orang harus berlari sekitar 6 sampai 7,5 jam atau lompat tali selama sekitar 5 sampai 6 jam untuk mencapai angka tersebut.

Menu Harian yang Bertumpu pada Bahan Makanan Utuh

Pemain Manchester City itu diketahui menjalankan ancestral diet atau diet leluhur. Pola makan ini menghindari makanan modern pasca-Revolusi Industri, seperti makanan ultra-olahan, gula rafinasi, minyak biji industri, dan suplemen kimia.

Di sisi lain, pola ini mengutamakan whole foods yang alami dan bersumber lokal. Haaland juga menjalankan filosofi nose-to-tail eating, yaitu mengonsumsi seluruh bagian hewan untuk memaksimalkan variasi nutrisi.

Menu Harian yang Disebutkan Contoh Makanan Catatan
Protein hewani Jantung dan hati sapi Bagian hewan yang kaya nutrisi
Sumber energi lain Madu murni dan ikan kakap Mendukung asupan kalori harian
Pelengkap makanan Asparagus dan nasi goreng telur Menambah variasi menu harian

Dalam dokumenter Haaland: The Big Decision, menu hariannya disebut mencakup jantung dan hati sapi, madu murni, ikan kakap, asparagus, serta nasi goreng telur. Kombinasi itu memperlihatkan bahwa sumber energi Haaland banyak bergantung pada bahan makanan sederhana, utuh, dan padat nutrisi.

Manfaat yang Ada, Risiko yang Tetap Harus Diwaspadai

Secara ilmiah, makanan utuh dan segar memang lebih baik dibanding makanan ultra-olahan. Sejumlah penelitian yang dirujuk CNBC Indonesia menyebut makanan ultra-olahan berkaitan dengan risiko kanker kolorektal, gangguan hormon, peradangan, hingga kematian dini.

Jeroan yang menjadi bagian dari pola makan Haaland juga memiliki sisi positif. Jantung, hati, ginjal, hingga sumsum tulang kaya zat besi, protein, asam alfa-lipoat, serta mineral penting seperti magnesium, seng, dan selenium.

Sisi Positif Sisi Risiko Penjelasan
Kaya zat besi, protein, dan mineral Tinggi kolesterol dan lemak jenuh Bisa meningkatkan risiko kardiovaskular
Memuat vitamin A, D, E, dan K Kelebihan zat besi dan vitamin A Berisiko menimbulkan gangguan kesehatan tertentu
Lebih ekonomis dibanding potongan premium Purin tinggi Dapat memicu serangan asam urat
Potensi fatty liver dan kanker kandung kemih Sejumlah penelitian awal mengaitkannya dengan risiko ini

Namun, pola makan berbasis jeroan tidak bebas risiko jika ditiru tanpa pengawasan. Kadar lemak jenuh yang tinggi dapat memicu penyakit kardiovaskular, sementara konsumsi berlebih bisa menyebabkan kelebihan zat besi, keracunan vitamin A, dan serangan asam urat.

Risiko tersebut juga menjadi perhatian bagi kelompok tertentu, termasuk wanita hamil, karena kelebihan vitamin A dapat memicu cacat lahir pada janin. Di saat yang sama, diet leluhur yang terlalu kaku kerap mengabaikan fakta bahwa manusia purba memiliki harapan hidup lebih pendek dan sering mengalami kekurangan nutrisi.

Pola makan Haaland pada akhirnya memperlihatkan satu hal penting, yaitu kebutuhan atlet elite tidak bisa disamakan dengan kebutuhan tubuh kebanyakan orang. Yang berfungsi untuk mesin gol sekelas Haaland belum tentu tepat untuk orang dengan aktivitas harian yang jauh lebih ringan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru