Digital dan Produk Premium Bikin Persaingan Asuransi Makin Ketat

Persaingan industri asuransi kini bergerak ke titik yang lebih menekan. Perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan perlindungan, tetapi juga harus membuktikan kecepatan proses, ketepatan sistem, dan relevansi produk di mata nasabah.

Tekanan itu terlihat dari penguatan transformasi digital dan lahirnya produk baru yang menyasar kebutuhan lebih spesifik. Di tengah perubahan tersebut, Great Eastern Life Indonesia mencatat dua pengakuan sekaligus di ajang Insurance Asia Awards yang menyoroti inovasi produk dan pembenahan layanan.

Produk yang Menyasar Nasabah Premium

Di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre, Singapura, perusahaan itu meraih New Insurance Product of the Year–Indonesia lewat Great Heritage Protector dan Digital Transformation Initiative of the Year–Indonesia melalui Employee Benefits Quotation System atau EBQS. Penghargaan diterima oleh Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie.

Roy menegaskan inovasi di asuransi seharusnya menjawab kebutuhan nyata nasabah, bukan sekadar menampilkan produk atau teknologi baru. Menurutnya, dua pengakuan itu menjadi bukti bahwa perusahaan berupaya menghadirkan perlindungan, akumulasi aset, dan warisan keluarga secara lebih terstruktur, akurat, dan efisien.

Produk / SistemFungsi UtamaDetail Penting
Great Heritage ProtectorPerlindungan jiwa dan perencanaan keuanganUntuk nasabah affluent dan high-net-worth, berbasis USD, ada Guaranteed Crediting Rate 10 tahun
EBQSDigitalisasi asuransi kumpulanProses proposal hingga polis terintegrasi end-to-end, termasuk eQuotation, eKYC, ePolicy, dan eBilling

Great Heritage Protector dirancang untuk nasabah affluent dan high-net-worth yang membutuhkan perlindungan jiwa sekaligus perencanaan keuangan jangka panjang. Produk ini juga ditujukan untuk membantu perlindungan aset, diversifikasi investasi berbasis dolar Amerika Serikat, serta kesinambungan finansial keluarga dan perencanaan warisan.

Dalam struktur produknya, Great Heritage Protector menawarkan Guaranteed Crediting Rate selama 10 tahun pertama polis. Setelah polis diterbitkan, tingkat crediting rate yang berlaku akan terkunci dan dijamin hingga akhir tahun polis ke-10.

Produk ini juga didukung investasi pada obligasi pemerintah berdenominasi USD yang memberi struktur perlindungan dan perencanaan aset lebih stabil bagi nasabah dengan profil risiko konservatif. Selain itu, nasabah memperoleh bonus loyalitas sebesar 3% dari premi tunggal pada akhir tahun polis ke-10 yang akan ditambahkan ke nilai akun.

Proses Korporasi yang Dipangkas Jauh

Di sisi lain, EBQS menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pelengkap. Platform ini mengintegrasikan seluruh alur bisnis asuransi kumpulan, mulai dari penyusunan proposal hingga penerbitan polis, dalam satu sistem yang mencakup premium engine, case conflict management, tailor-made benefits, special conditions, eQuotation, eKYC, integrasi ke sistem back-end, reporting, ePolicy, hingga eBilling atau eInvoice.

Mediaindonesia.com mencatat, integrasi tersebut membuat alur kerja lebih terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dipantau. Dampaknya paling terasa pada efisiensi operasional yang jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.

ProsesSebelum EBQSSesudah EBQS
Registrasi nasabah korporasi1 hari kerjaSekitar 30 menit
Proposal sederhana1–3 hari kerjaSekitar 30 menit
Proposal kompleksitas menengah5–10 hari kerjaMulai dari 2 jam hingga 1–4 hari kerja
Proposal dengan reasuransi11–21 hari kerja3–5 hari kerja

Perubahan waktu proses itu memperlihatkan bagaimana kecepatan dan ketepatan sistem kini ikut menentukan daya saing perusahaan asuransi. Dalam pasar yang semakin padat, pembeda utama tidak hanya datang dari perlindungan yang ditawarkan, tetapi juga dari pengalaman layanan yang lebih singkat, lebih rapi, dan lebih relevan bagi nasabah.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait