Digitalisasi Jadi Andalan KKN UGM Di Siak, Ekowisata Lokal Siap Menjangkau Lebih Luas

Fokus pengabdian mahasiswa Universitas Gadjah Mada di Siak tahun ini mengarah pada satu sasaran yang cukup spesifik, yaitu pengembangan ekowisata berbasis media digital. Pendekatan itu dipilih agar potensi lokal di daerah tersebut bisa lebih dikenal dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Penugasan ini juga menandai kelanjutan program KKN UGM di Kabupaten Siak melalui Tim KKN UGM Bentala Melayu. Kehadiran mahasiswa diposisikan bukan hanya untuk menjalankan aktivitas pengabdian, tetapi juga untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat setempat.

Kolaborasi dengan alumni ikut diperkuat

Pelaksanaan KKN di Riau tahun ini tidak berjalan sendiri. UGM menggandeng Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau KAGAMA Riau serta KAGAMA Pengcab Siak sebagai mitra pengabdian.

Dosen Pembimbing Lapangan Tim KKN Bentala Melayu, Dr Sailal Arimi, menilai sinergi dengan alumni penting agar program yang dibawa mahasiswa lebih optimal. Ia menyebut KAGAMA Riau, KAGAMA Siak, dan KAGAMA Bengkalis menjadi jalur strategis yang membantu menjembatani mahasiswa dengan kegiatan selama KKN.

Menurut Sailal, KAGAMA Riau selama ini juga aktif mendukung dan memfasilitasi kegiatan KKN UGM di Riau. Dukungan itu dinilai penting supaya pengabdian berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Tiga tim turun ke Riau, dua di antaranya ke Siak

Pada periode 20 Juni sampai 8 Agustus 2026, ada tiga tim mahasiswa KKN UGM yang mengabdi ke Riau. Dua tim ditempatkan di Siak, sementara satu tim lainnya bertugas di Kabupaten Bengkalis.

Di Siak, kegiatan KKN UGM Bentala Melayu sebenarnya sudah lebih dulu berjalan pada tahun lalu. Saat itu, mahasiswa ditempatkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Siak yang mencakup Kelurahan Kampung Dalam dan Kampung Rempak, serta di wilayah Kecamatan Dayun.

Tahun ini, lokasi pengabdian kembali berada di Kecamatan Siak. Titik kegiatannya dipusatkan di Desa Langkai dan Kelurahan Suak Lanjut.

Ekowisata lokal didorong naik kelas lewat media digital

Arah program di Siak tahun ini menempatkan media digital sebagai alat penting untuk promosi ekowisata. Dengan cara ini, potensi lokal diharapkan tidak hanya dikenal di lingkup terbatas, tetapi juga punya jangkauan yang lebih luas.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan sosial semata. Program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat identitas wilayah dan promosi destinasi.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran mahasiswa UGM membawa kesinambungan dari program pengabdian yang sudah dimulai sejak tahun sebelumnya. Bagi kampus, penugasan ini memperlihatkan konsistensi UGM dalam menjalankan KKN yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

Source: wartaekonomi.co.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer