Penjualan mobil pada Mei 2026 kembali melemah, dan Gaikindo menilai salah satu pemicunya adalah ketidakpastian insentif kendaraan bermotor dari pemerintah. Kondisi itu membuat banyak konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu arah kebijakan yang lebih jelas.
Tekanan di pasar juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam situasi seperti itu, calon pembeli cenderung lebih berhitung sebelum memutuskan membeli mobil baru.
Penjualan turun dari bulan sebelumnya
Data resmi Gaikindo menunjukkan penjualan wholesales pada Mei 2026 berada di angka 69.219 unit. Angka tersebut turun 14,3 persen dibanding April 2026 yang mencapai 80.779 unit.
Di sisi ritel, penjualan juga ikut terkoreksi. Dari 75.736 unit pada April, penjualan ritel turun menjadi 71.890 unit pada Mei.
Konsumen menunggu kepastian kebijakan
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan ketidakjelasan insentif membuat keputusan beli ikut tertunda. Menurut dia, konsumen cenderung menahan pembelian ketika peluang insentif masih belum pasti.
Selain faktor kebijakan, pelemahan rupiah ikut menambah kehati-hatian pasar. Calon pembeli disebut makin mempertimbangkan apakah lebih baik membeli sekarang atau menyimpan dana lebih dulu.
Perbandingan tahunan masih positif
Meski turun secara bulanan, pasar otomotif masih mencatat pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan wholesales Mei 2026 naik 14 persen dari 60.697 unit, sedangkan penjualan ritel tumbuh 16,8 persen dari 61.546 unit.
Pergerakan ini menunjukkan pasar masih bergerak, tetapi laju pembelian mulai tertahan oleh faktor eksternal dan menunggu kepastian baru dari sisi kebijakan.
Juni diprediksi lebih menantang
Gaikindo memperkirakan Juni tidak akan lebih ringan. Kukuh menyebut agen pemegang merek mulai menyesuaikan strategi harga, sehingga peluang penjualan dinilai lebih condong turun dibanding naik dari capaian Mei.
Penyesuaian harga tersebut diperkirakan memperbesar tekanan pada permintaan yang sejak awal sudah tertahan. Dalam kondisi ini, konsumen berpotensi semakin selektif menentukan waktu pembelian.
Stimulus baru masih dibahas pemerintah
Di sisi lain, pemerintah sudah menyiapkan skema stimulus baru untuk menjaga pergerakan ekonomi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan skema itu disusun berdasarkan segmentasi teknologi, TKDN, dan reduksi emisi, lalu telah diajukan ke Kementerian Keuangan.
Agus menyampaikan pembahasan itu berlangsung saat bertemu Menteri Keuangan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026). Pemerintah juga berencana mengalokasikan kuota insentif masing-masing 100 ribu unit untuk kendaraan roda empat dan roda dua, dengan masa pembukaan sampai Oktober menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Untuk motor listrik, pemerintah mengabarkan nilai insentif sebesar Rp5 juta per unit. Namun, besaran resmi untuk mobil listrik belum dirinci hingga saat ini, sehingga ketidakpastian di pasar mobil masih belum sepenuhnya terjawab.
