Menjelang Mei 2026, perhatian investor tertuju pada dividen final Bank Mandiri yang bernilai Rp 35,14 triliun. Dengan harga saham BMRI di Rp 4.390 pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026, imbal hasil dari dividen final itu diperkirakan sekitar 8,5 persen.
Besarnya pembagian ini membuat BMRI tetap menonjol di tengah pasar yang juga mencermati valuasi sahamnya. Bank Mandiri menetapkan 79 persen dari total laba bersih sebagai dividen tunai, sementara 21 persen sisanya atau Rp 11,82 triliun ditahan sebagai saldo laba.
Total dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebenarnya mencapai Rp 44,47 triliun atau Rp 476,95 per saham. Namun angka tersebut sudah mencakup dividen interim yang lebih dulu dibagikan pada 14 Januari 2026.
Bagi pemegang saham, jadwal pembagian menjadi bagian yang tidak kalah penting. Cum date di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 8 Mei 2026, lalu ex date pada 11 Mei dan recording date pada 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Pembayaran dividen final dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026. Pada tanggal itu, pemegang saham yang tercatat sesuai jadwal akan menerima pencairan dividen final dari kinerja tahun buku 2025.
Daya tarik BMRI juga datang dari sisi valuasi yang masih dinilai relatif rendah. Rasio Price to Book Value tercatat 1,34 kali, lebih rendah dibanding standar deviasi PBV tiga tahun terakhir di 1,68 kali.
Dari sisi laba terhadap harga saham, Price to Earning Ratio BMRI berada di 7,01 kali menurut data Stockbit Sekuritas. Kombinasi valuasi yang rendah dan peluang dividen ini membuat saham BMRI tetap menjadi perhatian investor yang mengejar pendapatan sekaligus potensi kenaikan harga.
Pergerakan harga saham juga ikut menjadi sorotan menjelang pembagian dividen. Pada penutupan perdagangan 30 April 2026, BMRI berada di Rp 4.390 dan menjadi acuan sejumlah pelaku pasar untuk menghitung potensi cuan dari dividen final.
Phintraco Sekuritas menilai saham BMRI masih berada dalam fase konsolidasi di atas level support 4.400. Munculnya lower shadow pada pergerakan harga dianggap sebagai sinyal awal pemulihan jika saham mampu menutup perdagangan di atas level pivot 4.500.
Mandiri Sekuritas juga melihat peluang gerak jangka pendek pada saham ini. Lembaga tersebut menyarankan area masuk di rentang Rp 4.400 hingga Rp 4.420 per lembar, dengan target harga Rp 4.600 untuk target pertama dan Rp 4.800 untuk target kedua.
Untuk pengelolaan risiko, Mandiri Sekuritas menempatkan stoploss di bawah Rp 4.350. Dengan jadwal yang sudah pasti dan potensi hasil dividen yang masih menarik, fokus pasar kini tertuju pada kemampuan saham BMRI bertahan di area harga saat ini hingga melewati ex date dan recording date.
