Belgia berpotensi kehilangan salah satu amunisi terpentingnya saat laga pembuka Grup G melawan Mesir di Seattle. Jérémy Doku disebut bisa meninggalkan kamp tim untuk sementara karena menantikan kelahiran anak pertamanya.
Situasi ini membuat Rudi Garcia harus menyiapkan dua skenario sejak awal. Doku tetap tersedia dari sisi kebugaran, tetapi urusan keluarga menjadi faktor yang paling menentukan soal keikutsertaannya di pertandingan pertama.
Urusan keluarga lebih dulu daripada laga pembuka
Doku telah menyampaikan keinginan untuk berada bersama istrinya saat persalinan berlangsung. Karena itu, ada kemungkinan winger Manchester City tersebut meninggalkan pemusatan latihan jika kondisi keluarga memang menuntut.
Federasi Belgia belum mengumumkan rencana operasional secara rinci. Waktu pasti kapan Doku akan keluar dari kamp juga belum dikonfirmasi, sehingga status tampilnya di laga melawan Mesir masih menunggu perkembangan.
Peran Doku sulit digantikan
Dalam skema permainan Belgia, Doku membawa kualitas yang tidak banyak dimiliki pemain lain. Ia bisa beroperasi di kedua sisi sayap, menantang lawan dalam duel satu lawan satu, membuka ruang, dan memaksa bek lawan terus waspada.
Untuk laga yang diperkirakan berlangsung ketat seperti menghadapi Mesir, kemampuan itu sangat berharga. Jika Doku harus absen, opsi Belgia bisa mengarah ke Leandro Trossard atau Dodi Lukebakio, atau membuat Kevin De Bruyne, Charles De Ketelaere, dan Youri Tielemans memikul beban kreativitas yang lebih besar.
Kekhawatiran fisik tidak menjadi masalah utama
Kabar soal Doku sempat meninggalkan latihan awalnya memunculkan tanda tanya. Namun, Associated Press melaporkan bahwa ia sudah kembali bekerja bersama tim dan mengikuti penuh sesi latihan yang dibuka untuk media.
AP juga menyebut Doku sempat mengalami masalah napas saat latihan tertutup dan mundur ke area dalam di pusat latihan Seattle Sounders sebagai langkah pencegahan. Rekan setimnya, Alexis Saelemaekers, mengatakan reaksi awal saat Doku keluar lapangan bisa dimengerti, tetapi kondisinya tidak serius.
Dengan demikian, persoalan yang paling nyata bukanlah cedera atau kebugaran. Satu-satunya faktor besar yang bisa mengubah rencana Belgia adalah waktu kelahiran anak pertamanya.
Jadwal Grup G membuat setiap perubahan terasa sensitif
Belgia tergabung bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru di Grup G. Setelah duel melawan Mesir pada 15 Juni di Seattle Stadium, mereka dijadwalkan menghadapi Iran pada 21 Juni di Los Angeles Stadium, lalu Selandia Baru pada 26 Juni di BC Place, Vancouver.
Perpindahan di pesisir barat Amerika Utara membuat perubahan komposisi pemain seperti Doku menjadi isu yang sensitif bagi Garcia. Dalam format Piala Dunia baru yang melibatkan 48 tim dan 104 laga, dua tim terbaik dari tiap grup dan delapan peringkat ketiga terbaik tetap lolos ke fase gugur.
Belgia pernah memberi ruang untuk alasan serupa
Reuters melaporkan bahwa pada 2020 Kevin De Bruyne mendapat izin untuk tetap bersama keluarganya ketika istrinya menanti kelahiran anak. Contoh itu menunjukkan bahwa kebutuhan keluarga pernah diprioritaskan dalam lingkungan timnas Belgia saat situasi penting muncul bersamaan dengan agenda tim.
Kisah tersebut tidak otomatis menentukan keputusan Doku, tetapi memberi gambaran bahwa Belgia memahami bobot persoalan semacam ini. Dalam momen seperti ini, keputusan teknis di lapangan harus berjalan beriringan dengan urusan pribadi yang lebih besar.
Doku juga masuk fase penting dalam tim nasional
Di tengah kabar keluarga itu, Doku tetap dipandang sebagai bagian penting dari masa transisi Belgia. FIFA pada Mei memuat wawancara Doku dan kapten Youri Tielemans yang menggambarkan tim ini sedang membangun ulang kekuatan setelah kekecewaan di Piala Dunia sebelumnya.
Belgia masih membawa warisan generasi emas yang finis ketiga pada 2018. Kini, bersama Rudi Garcia, mereka mencoba memadukan pengalaman pemain seperti De Bruyne, Thibaut Courtois, Thomas Meunier, Axel Witsel, dan Romelu Lukaku dengan energi generasi baru seperti Doku, Amadou Onana, dan Charles De Ketelaere.
Dalam konteks itu, absennya Doku bukan hanya soal satu posisi di sayap. Ia juga menyangkut pembagian peran dalam kreativitas serangan, terutama saat Belgia membutuhkan awal yang rapi di grup yang tetap berisiko.
Mesir dengan Mohamed Salah, Iran yang disiplin, dan Selandia Baru yang datang tanpa tekanan besar membuat Grup G tetap menantang. Untuk saat ini, Belgia masih menunggu keputusan keluarga dan memastikan Doku tetap aman dari sisi olahraga, sementara kemungkinan tampilnya melawan Mesir belum bisa dipastikan.
Source: karlobag.eu






