DP World Siapkan Jalur Aman di Fujairah, Hormuz Tak Lagi Jadi Satu-satunya Pilihan

Author: Redaksi Android62

DP World tengah menyiapkan langkah yang bisa mengubah pola arus logistik di Teluk. Perusahaan itu membahas pembangunan pelabuhan serbaguna baru di Fujairah sekaligus terminal peti kemas di pelabuhan yang sudah ada di emirat tersebut.

Fasilitas itu dirancang sebagai jalur alternatif di luar Selat Hormuz, titik sempit yang selama ini dilalui hampir 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Dari pesisir timur Emirat Arab, kargo dapat bergerak lewat Teluk Oman tanpa harus melewati area yang kerap menjadi sumber ketegangan.

Fakta Utama Detail Keterangan
Lokasi proyek Fujairah Pesisir timur Emirat Arab, di Teluk Oman
Bentuk fasilitas Pelabuhan serbaguna baru dan terminal peti kemas Memungkinkan arus kargo tanpa melewati Hormuz
Target operasi 18 bulan Disebut oleh pejabat senior perusahaan
Investasi awal Ratusan juta dolar AS Masih terbuka untuk ekspansi berikutnya

Respons atas risiko jalur laut

Rencana ini muncul ketika jalur pelayaran kawasan kembali berada di bawah tekanan. Menurut laporan Financial Times yang dikutip mediaindonesia.com, rencana tersebut menguat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan, bersamaan dengan langkah Amerika Serikat yang kembali memberlakukan blokade angkatan laut.

Sejak konflik AS-Israel-Iran memanas pada Februari lalu, arus pelayaran di kawasan itu menjadi sangat rentan. Aktivitas di Jebel Ali bahkan sempat merosot drastis hingga 90-95 persen setelah penutupan selat, sehingga DP World mempercepat pencarian koridor perdagangan yang lebih aman.

Arus kargo menuju Dubai dan Abu Dhabi

Jika proyek di Fujairah terealisasi, peti kemas dapat diteruskan lewat jalur darat menuju Dubai, Abu Dhabi, dan tujuan lain di Teluk. Skema ini memberi opsi keluar-masuk barang tanpa harus menembus titik rawan di Hormuz.

Seorang pejabat senior perusahaan menyebut fasilitas itu ditargetkan beroperasi dalam 18 bulan. Investasi awalnya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS, dengan peluang ekspansi lanjutan bergantung pada permintaan di masa depan.

Data lalu lintas maritim yang disebut dalam laporan menunjukkan tekanan di jalur tersebut masih tinggi. Sebelum konflik, sekitar 135 kapal melewati Selat Hormuz setiap hari, tetapi saat sempat dibuka kembali, jumlah transit harian sulit melampaui 40 kapal karena serangan terhadap pelayaran dan permusuhan yang masih berlangsung.

Jebel Ali tetap dipertahankan

Meski membuka opsi baru di Fujairah, DP World menegaskan Jebel Ali tidak akan digantikan. Pelabuhan itu tetap menjadi pilar utama ekonomi Dubai, didukung zona perdagangan bebas dan infrastruktur logistik yang luas.

“Jebel Ali akan tetap menjadi Jebel Ali. Kapasitasnya tidak akan pernah dikurangi,” kata seorang pejabat senior DP World. Dengan demikian, proyek di Fujairah diposisikan sebagai perlindungan tambahan agar arus perdagangan Emirat tetap berjalan saat risiko kawasan meningkat.

Persaingan di pesisir timur makin padat

Langkah DP World juga hadir di tengah meningkatnya investasi logistik di pesisir timur Emirat. Gulftainer, operator berbasis di Sharjah, baru-baru ini mengumumkan program investasi senilai US$2 miliar untuk memperluas kapasitas di pelabuhan Khor Fakkan.

Fujairah sendiri sudah memegang peran strategis dalam ekspor energi Emirat, terutama sebagai titik ekspor utama minyak mentah Abu Dhabi yang melewati Selat Hormuz. Jika terealisasi, proyek baru DP World akan memperkuat posisi emirat itu dalam jaringan perdagangan dan logistik nasional.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru