Dua Tanker Diduga Dijebak ke Jalur Ranjau, Ketegangan Iran dan AS Makin Tajam

Author: Redaksi Android62

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menuduh Amerika Serikat sengaja menjebak dua tanker super ke jalur penuh ranjau sebelum keduanya diserang dan tidak bisa beroperasi.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa (14/7/2026), IRGC menyebut kapal-kapal itu sebenarnya tidak diizinkan melintasi jalur tersebut. Tuduhan ini menambah kekhawatiran atas keamanan pelayaran di salah satu jalur laut paling strategis di dunia.

Versi IRGC Soal Pelayaran di Selat Hormuz

IRGC mengatakan kedua tanker menonaktifkan sistem navigasi mereka dan mengabaikan peringatan berulang dari Pusat Pengendalian Keamanan Maritim Selat Hormuz. Iran menilai tindakan itu membahayakan keselamatan kapal lain yang melintas di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC juga menuduh Washington mengabaikan peringatan dari otoritas Iran. Namun, angkatan laut IRGC tidak menjelaskan jenis senjata yang menghantam kedua tanker dan tidak secara langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Informasi Keterangan
Lokasi Selat Hormuz
Jumlah kapal 2 tanker super
Sikap IRGC Menganggap kapal tidak diizinkan melintasi jalur itu
Respons keamanan Peringatan dari Pusat Pengendalian Keamanan Maritim Selat Hormuz disebut diabaikan

Serangan Balasan yang Memicu Korban

Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa (14/7/2026) pagi waktu setempat. Mengutip Korea Times, Iran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Bahrain serta dua kapal yang terkait dengan Uni Emirat Arab saat melintasi Selat Hormuz di perairan teritorial Oman.

Kementerian Pertahanan UEA menyebut satu awak kapal berkewarganegaraan India tewas dalam insiden itu. Delapan awak lain mengalami luka-luka, dan empat di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Serangan tersebut juga memicu kebakaran di kedua kapal. Api berhasil dipadamkan oleh tim tanggap darurat sehingga kerusakan tidak meluas lebih jauh.

Insiden itu menunjukkan betapa rapuhnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz ketika hubungan Iran dan AS kembali memburuk. BeritaSatu melaporkan, otoritas Iran menempatkan kejadian tersebut sebagai bagian dari rangkaian respons atas serangan Washington pada hari yang sama.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru