Dari sekian banyak drama Korea bertema fantasi-thriller, daya tarik terbesarnya justru datang dari cara cerita-cerita itu membuat penonton terus waspada. Di satu sisi ada unsur supranatural, di sisi lain ada ancaman nyata yang bisa berujung pada kematian, sehingga setiap episode terasa sulit dilepas begitu saja.
Variasinya juga luas dan tidak monoton. Ada wabah zombi, monster, manusia berkekuatan super, permainan mematikan, roh jahat, sampai misteri lintas waktu yang membuat genre ini punya ruang cerita sangat besar.
Ketegangan dari permainan, wabah, dan situasi hidup-mati
Beberapa judul mengandalkan situasi ekstrem yang langsung menekan adrenalin sejak awal. If Wishes Could Kill misalnya, menghadirkan aplikasi misterius yang bisa mengabulkan keinginan pengguna, tetapi setelah itu menuntut imbalan nyawa.
Nuansa serupa muncul di Night Has Come. Drama ini menempatkan sejumlah siswa dalam mafia game melalui aplikasi misterius, dan taruhan yang mereka hadapi bukan sekadar kemenangan, melainkan hidup dan mati.
All of Us Are Dead juga termasuk yang paling mudah memancing rasa tegang. Ceritanya berpusat pada wabah zombi di lingkungan sekolah, lalu para siswa SMA harus bertahan hidup sendiri, dengan kelanjutan kisah yang diteruskan ke season 2.
Jalur bertahan hidup dengan ancaman zombi juga diambil Kingdom. Bedanya, serial ini memakai latar Dinasti Joseon dan menyoroti wabah zombi yang muncul akibat tanaman pembangkit, sementara kelanjutannya masih dinantikan.
Roh jahat, monster, dan dunia gaib yang terus berkembang
Di sisi lain, ada drama yang menonjol lewat konflik dengan makhluk dari dunia tak kasatmata. Hellbound menawarkan ketegangan yang lebih gelap dengan kemunculan utusan neraka yang menghukum manusia, lalu kekacauan itu ikut memperkuat pengaruh sekte sesat di tengah masyarakat dalam dua musim serialnya.
Island membawa warna berbeda lewat tokoh manusia setengah monster yang melawan iblis bersama chaebol dan pendeta. Serial ini dibagi menjadi dua bagian, sehingga ruang ceritanya bisa berkembang lebih luas.
Gyeongseong Creature juga bergerak di wilayah kelam dengan menghadirkan manusia yang berubah menjadi monster akibat penelitian pemerintah Jepang. Serial orisinal Netflix itu juga hadir dalam dua bagian dengan skala konflik yang besar.
Sementara itu, The Uncanny Counter memperlihatkan para pemburu roh jahat yang memiliki kemampuan super. Dua musim yang sudah hadir membuat serial ini tetap menjadi salah satu drakor fantasi-thriller yang konsisten dibicarakan.
Tokoh super, misteri unik, dan lapisan fantasi yang lebih kompleks
Tidak semua judul bertumpu pada horor yang sama. Moving menjadi salah satu yang paling populer karena mengisahkan manusia berkemampuan super yang berusaha menghindar dari BIN, lalu ceritanya berlanjut ke season 2.
Tale of the Nine Tailed masih menonjol berkat tokoh dewa gunung yang melawan roh jahat. Pada musim keduanya, elemen time travelling ditambahkan sehingga lapisan fantasinya terasa semakin kompleks.
Ada pula S Line yang viral karena premisnya yang tidak biasa. Ceritanya berfokus pada misteri garis merah di atas kepala manusia yang menghubungkan orang-orang yang pernah melakukan seks.
Misteri kasus, waktu berbeda, dan daya tarik yang bertahan
Signal memberi warna lain dalam daftar ini lewat kerja sama dua detektif dari tahun berbeda yang berkomunikasi melalui walkie-talkie. Mereka memecahkan kasus dingin bersama, dan season 2-nya kini digarap ulang.
Ragam judul tersebut menunjukkan bahwa fantasi dan thriller punya tempat kuat di drama Korea. Saat unsur supranatural bertemu risiko nyawa, ditambah plot twist dan konflik yang bergerak cepat, hasilnya adalah tontonan yang terus memancing rasa ingin tahu sampai akhir.
Source: www.idntimes.com






