Sumatera Barat Paling Cepat Pulih, Ribuan Sawah Terdampak Mulai Kembali Ditanami

Puluhan ribu hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mulai bangkit dari kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Hingga 7 Mei 2026, lahan yang sempat terdampak itu sudah masuk tahap pemulihan dan sebagian bahkan kembali ditanami.

Kementerian Pertanian mencatat target rehabilitasi di tiga provinsi tersebut mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran Rp337,97 miliar. Dari total itu, 16.670 hektare sudah masuk tahap konstruksi, 4.098 hektare telah selesai direhabilitasi, 2.212 hektare kembali diolah, dan 2.110 hektare mulai ditanami lagi.

Sumatera Barat bergerak paling cepat

Di antara tiga provinsi terdampak, Sumatera Barat menunjukkan kemajuan paling besar. Dari target pemulihan 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau 98 persen sudah masuk tahap konstruksi.

Tidak hanya itu, 2.583 hektare sawah di provinsi tersebut telah selesai diperbaiki. Lebih dari 2.100 hektare juga sudah kembali ditanami, sehingga pemulihannya menjadi yang paling cepat dibanding wilayah lain.

Aceh jadi wilayah dengan kerusakan terluas

Aceh menghadapi beban pemulihan paling besar karena luas sawah terdampak mencapai 31.464 hektare. Kondisi itu membuat percepatan rehabilitasi di provinsi ini menjadi perhatian utama dalam proses pemulihan pascabencana.

Sejumlah daerah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya mulai memperlihatkan kemajuan. Pekerjaan di lapangan mencakup perbaikan saluran, pembentukan ulang petak sawah, dan pengolahan lahan agar kembali produktif.

Sumatera Utara terus dipulihkan bertahap

Di Sumatera Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare juga sudah berjalan dan masuk tahap konstruksi. Proses ini menjadi bagian dari upaya bertahap untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian yang terdampak bencana.

Meski kecepatannya belum setinggi Sumatera Barat, pekerjaan yang berlangsung menunjukkan pemulihan fisik lahan sudah dimulai. Tahap ini menjadi dasar sebelum petani bisa kembali menanam secara lebih luas.

Fokus pada pangan dan ekonomi petani

Juru Bicara Satgas PRR Amran menegaskan bahwa pemulihan sawah menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan ekonomi warga dan ketahanan pangan di daerah terdampak. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan serta transfer ke daerah di tiga provinsi itu.

“Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” ujar Amran dikutip Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa percepatan rehabilitasi bukan hanya soal mengembalikan lahan agar bisa menghasilkan lagi. Proses ini juga penting untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, terutama ribuan keluarga petani yang bergantung pada sektor pertanian.

Dengan progres yang mulai terlihat di berbagai wilayah, lahan sawah yang sempat rusak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlahan kembali siap menopang produksi pangan daerah. Pemulihan yang terus berjalan menjadi tanda bahwa aktivitas pertanian di tiga provinsi itu mulai bergerak ke arah normal lagi.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait