Drone Listrik Bisa Pangkas Polusi, Tapi Dua Hambatan Ini Masih Menggantung

Author: Redaksi Android62

Pengiriman paket kecil lewat drone listrik mulai dipandang sebagai salah satu cara paling cepat untuk menekan polusi di sektor distribusi. Di tengah armada logistik yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, teknologi ini menawarkan jalan yang lebih bersih tanpa harus menunggu pembaruan besar pada seluruh sistem pengiriman.

Namun, adopsinya belum berjalan mulus. Inside Climate News menyoroti dua hambatan utama yang masih menahan laju penggunaan drone, yakni kebisingan dan aturan Federal Aviation Administration atau FAA.

Kebisingan dan ruang udara menjadi masalah utama

Di banyak lokasi, suara drone terasa mengganggu warga yang berada di sekitar jalur pengiriman. Kondisi itu menjadi lebih rumit karena sebagian drone harus terbang dekat pesawat dan bandara, sehingga kehadirannya tidak selalu diterima dengan nyaman oleh lingkungan sekitar.

Aturan FAA juga membuat penerapannya tidak sederhana. Lalu lintas udara di sekitar bandara-bandara terbesar di Amerika Serikat sudah berada dalam kondisi berisiko, dan penambahan aktivitas drone dikhawatirkan dapat memperburuk situasi tersebut.

Pasar besar ikut mendorong minat industri

Meski menghadapi kendala, pasar pengiriman paket dengan drone tetap dipandang menjanjikan. Fortune Business Insights memperkirakan nilai pasar layanan drone delivery global naik dari USD 5,06 miliar pada 2026 menjadi USD 20,98 miliar pada 2034, dengan CAGR 19,45%.

Prospek itu membuat sejumlah perusahaan logistik besar ikut dilihat sebagai pihak yang paling berpeluang diuntungkan. Amazon, UPS, dan FedEx disebut sebagai contoh perusahaan yang bisa memangkas kebutuhan pengemudi untuk jenis pengiriman tertentu.

Proyeksi Pasar Nilai Periode Catatan
Nilai pasar layanan drone delivery global USD 5,06 miliar 2026 Perkiraan Fortune Business Insights
Nilai pasar layanan drone delivery global USD 20,98 miliar 2034 CAGR 19,45%

Dengan pola seperti itu, sebagian armada darat dapat dikurangi secara bertahap. Skema ini memberi peluang menekan emisi tanpa harus langsung mengganti seluruh sistem distribusi yang sudah berjalan.

Masuk ke gelombang teknologi hijau yang serba mahal

Drone delivery juga berada dalam kelompok teknologi hijau yang sama-sama menjanjikan manfaat besar bagi lingkungan. Masalahnya, banyak solusi semacam ini tetap mahal atau sulit diterapkan dalam skala luas.

Contohnya adalah energi nuklir yang dipasok oleh pembangkit yang dibangun dalam hitungan bulan dan disetujui pemerintah federal, serta pesawat bertenaga surya. Di sisi lain, mobil tanpa pengemudi hampir semuanya sudah listrik, tetapi persetujuannya masih berada di tingkat negara bagian atau kota.

Karena itu, drone sering ditempatkan bukan sebagai solusi tunggal, melainkan bagian dari transisi menuju logistik rendah emisi. Teknologinya sudah tersedia, tetapi biaya, regulasi, dan penerimaan publik masih menjadi penentu utama seberapa cepat polusi dapat ditekan.

Berita Terbaru