Motor listrik masih menjadi tulang punggung populasi kendaraan listrik di Indonesia. Dari total 358.205 unit kendaraan listrik yang tercatat hingga Februari 2026, sebanyak 236.451 unit atau sekitar 66 persen merupakan motor listrik.
Komposisi itu menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di Tanah Air paling cepat terjadi di segmen roda dua. Motor listrik dianggap paling dekat dengan kebutuhan mobilitas harian, terutama untuk perjalanan jarak pendek di wilayah perkotaan yang padat.
Data tersebut disampaikan Trois Dilisusendi, Kepala BBSP KEBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menegaskan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik memang terus berjalan, tetapi skala pasarnya masih jauh dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Mobil listrik berada di posisi kedua
Setelah motor listrik, mobil listrik menempati urutan berikutnya dengan jumlah 119.638 unit. Angka ini memang masih jauh di bawah motor listrik, namun tetap menunjukkan bahwa pasar mobil listrik terus bergerak dan mulai mendapat tempat di tengah masyarakat.
Di luar dua segmen terbesar itu, jumlah kendaraan listrik lain masih relatif kecil. Bus listrik tercatat 798 unit, kendaraan roda tiga listrik 778 unit, kendaraan komersial listrik 537 unit, dan kendaraan khusus listrik hanya 3 unit.
Susunan tersebut memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik nasional masih sangat bertumpu pada kendaraan pribadi. Adopsi pada sektor transportasi umum maupun kendaraan operasional belum berkembang sebesar motor dan mobil listrik.
Pertumbuhan paling terasa datang dari periode terbaru
Sejak 2020, data pemerintah menunjukkan tren kenaikan populasi kendaraan listrik yang konsisten. Namun, lonjakan paling besar justru terjadi pada 2025, saat jumlah kendaraan listrik bertambah sekitar 134 ribu unit atau 39,3 persen.
Peningkatan itu tidak lepas dari kuatnya pasar mobil listrik yang masih memperoleh stimulus pajak dari pemerintah. Di sisi lain, penjualan motor listrik pada periode yang sama justru mengalami perlambatan.
Kondisi tersebut membuat laju pertumbuhan kendaraan listrik tidak berjalan merata di semua segmen. Mobil listrik ikut mendorong kenaikan total populasi, sementara motor listrik tetap menjaga posisinya sebagai kelompok dengan jumlah unit terbanyak.
Jarak dengan kendaraan bensin masih lebar
Walau angka 358.205 unit terlihat besar, skala itu masih belum mendekati populasi kendaraan berbahan bakar bensin. Karena itu, Trois menilai pasar kendaraan listrik nasional masih berada pada fase awal pertumbuhan.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa transisi energi di sektor transportasi belum berlangsung secara penuh. Kendaraan listrik memang terus bertambah, tetapi penetrasinya ke pasar nasional masih menyisakan jarak yang besar dibandingkan kendaraan konvensional.
Di tengah kondisi tersebut, motor listrik tetap menjadi indikator paling penting untuk membaca arah perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Porsi yang mencapai sekitar dua pertiga dari total populasi menunjukkan bahwa perubahan paling nyata masih terjadi di segmen roda dua.
Source: oto.detik.com






