Dua Remaja Tewas Usai Serangan di Masjid San Diego, Tiga Orang Jadi Korban Jiwa

Author: Redaksi Android62

Penembakan di kompleks Islamic Center of San Diego berakhir dengan tiga korban jiwa dan memicu penguncian di area sekitar. Otoritas setempat menyebut situasi kini sudah dinetralkan setelah petugas bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Salah satu korban yang dipastikan tewas adalah penjaga keamanan yang bertugas di pusat Islam tersebut. Dua pelaku yang disebut masih remaja juga ditemukan tewas di dalam mobil yang berhenti di tengah jalan, dengan luka tembak yang diduga mereka lakukan sendiri.

Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, mengatakan petugas menerima laporan tentang penembak aktif di pusat Islam itu. Dalam waktu sekitar empat menit, polisi tiba dan menemukan tiga korban tewas di bagian depan kompleks.

Setelah petugas masuk ke area masjid dan sekolah yang berada di dekatnya, muncul laporan tambahan terkait tembakan di sekitar lokasi. Salah satu laporan menyebut seorang penata taman sempat ditembak, tetapi tidak terluka.

Kepolisian San Diego sempat meminta warga di sekitar tetap berada di dalam rumah saat situasi masih belum aman. Langkah itu diambil karena kompleks tersebut menjadi pusat perhatian besar setelah insiden terjadi di masjid terbesar di wilayah San Diego, California Selatan.

Di luar kompleks, aparat kemudian menemukan sebuah kendaraan yang terhenti di jalan. Di dalam mobil itu, dua pelaku sudah tidak bernyawa.

Wahl menyampaikan bahwa kedua tersangka tampaknya meninggal akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri. Ia juga menegaskan tidak ada petugas yang melepaskan tembakan ke arah keduanya.

Identitas lengkap para korban belum dibuka seluruhnya. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa penjaga keamanan menjadi salah satu korban tewas dalam peristiwa tersebut.

Imam masjid, Taha Hassane, mengatakan seluruh staf, guru, dan anak-anak di dalam masjid berada dalam kondisi aman saat insiden berlangsung. Ia menyebut kejadian itu sebagai tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya di komunitas tersebut.

Hassane juga mengecam keras serangan terhadap rumah ibadah dan meminta masyarakat memberi doa serta dukungan bagi keluarga korban. Sementara itu, pemerintah setempat dan pejabat federal ikut menerima laporan awal mengenai penembakan ini.

Presiden Donald Trump menyebut peristiwa itu sebagai situasi yang mengerikan dan mengatakan pihaknya akan meninjaunya dengan sangat serius. Gubernur California Gavin Newsom juga mendapat laporan terkait serangan tersebut, sementara kantornya menyampaikan terima kasih kepada petugas tanggap darurat yang bekerja di lokasi dan meminta warga mengikuti arahan otoritas setempat.

Penyelidikan kepolisian masih berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian dan latar belakang para pelaku. Insiden ini kembali menyoroti risiko kekerasan bersenjata di tempat ibadah, terutama ketika serangan terjadi di area yang juga menaungi sekolah dan fasilitas komunitas.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru