Dubes RI Tak Masuk Ruang Utama Teheran, Indonesia Tetap Siapkan Delegasi Pemakaman

Author: Redaksi Android62

Indonesia tetap menyiapkan kehadiran resmi dalam prosesi pemakaman di Iran meski akses ke ruang utama Grand Mosalla Teheran sempat tertutup bagi Duta Besar RI. Pemerintah menyebut sudah menyiapkan pejabat dengan level yang sesuai, namun masih menunggu kepastian waktu dan lokasi dari otoritas Iran.

Menlu Sugiono mengatakan rencana awal Indonesia adalah menugaskan Dubes RI di Teheran sebagai wakil resmi pemerintah. Keputusan itu diambil karena sejumlah pejabat kunci sedang memiliki agenda kenegaraan di dalam negeri, sehingga pengiriman pejabat lain tidak bisa dilakukan cepat.

Akses ruang utama dibatasi mendadak

Kendala muncul setelah Iran baru mengonfirmasi aturan akses yang membatasi masuk ke area utama prosesi hanya untuk tamu negara di atas tingkat dubes. Informasi itu diterima Indonesia sangat dekat dengan pelaksanaan acara, sehingga susunan delegasi tidak sempat diubah.

Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah sebenarnya telah menerima undangan untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir tersebut. Namun, saat konfirmasi pembatasan akses datang pada 2 Juli, Indonesia tidak lagi memiliki cukup waktu untuk mengirim pengganti dengan tingkat jabatan yang sesuai.

“Kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili Pemerintah Indonesia adalah duta besar Indonesia yang ada di Iran,” ujar Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keberadaan Dubes RI di luar area utama

Dokumentasi yang beredar memperlihatkan Dubes RI berada di luar kompleks utama Grand Mosalla Teheran saat prosesi berlangsung. Momen itu sempat menimbulkan sorotan publik karena penghormatan terakhir berlangsung di dalam area inti, sementara perwakilan Indonesia tampak berada di luar.

Sugiono menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti Indonesia tidak mengirim wakil. Menurut dia, perwakilan sudah ditetapkan sejak awal, tetapi perubahan aturan dari pihak Iran membuat Dubes RI tidak bisa masuk ke ruang utama prosesi.

Delegasi pemakaman masih disiapkan

Untuk rangkaian pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli, pemerintah Indonesia tetap berupaya hadir. Kementerian Luar Negeri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Iran agar delegasi Indonesia dapat mengikuti agenda yang dimungkinkan oleh aturan tuan rumah.

Sugiono menyebut Indonesia masih menunggu jawaban tentang waktu dan tempat pelaksanaan prosesi yang bisa dihadiri perwakilan resmi. Ia menegaskan bahwa kehadiran delegasi harus menyesuaikan tahapan acara yang ditetapkan oleh pihak Iran.

“Kita berencana akan hadir. Ini kami masih menunggu jawaban waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut,” ujarnya.

Rencana kehadiran Indonesia

Sugiono memastikan Indonesia telah menyiapkan perwakilan dengan tingkat jabatan yang sesuai bila ada konfirmasi lanjutan dari Iran. Ia menyebut dirinya bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani direncanakan menjadi wakil resmi Indonesia dalam agenda pemakaman itu.

“Rencananya yang akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama dengan Ketua MPR RI,” kata Sugiono.

Pemerintah Indonesia kini menunggu kepastian dari otoritas Iran agar kehadiran delegasi bisa disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Di tengah pembatasan akses pada prosesi penghormatan sebelumnya, Indonesia tetap menjaga kehadiran diplomatik dalam rangkaian pemakaman yang masih akan berlangsung.

Informasi Rincian Keterangan
Lokasi Grand Mosalla Teheran Area utama prosesi
Pembatasan akses Hanya tamu negara di atas tingkat dubes Dikonfirmasi Iran pada 2 Juli
Rencana delegasi Menlu RI dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani Menunggu kepastian waktu dan tempat
Agenda berikutnya Prosesi pemakaman pada 9 Juli Masih dikoordinasikan
Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru