Dune kini menempatkan AI dan adopsi oleh investor institusional sebagai dua fokus utama setelah memangkas sekitar 25% tenaga kerjanya. Perubahan itu menunjukkan perusahaan analitik blockchain tersebut sedang menata ulang prioritas agar lebih tajam pada produk data inti dan pertumbuhan jangka panjang.
Salah satu dorongan paling jelas dari strategi baru itu terlihat lewat pengembangan Dune MCP. Produk ini ditujukan untuk memudahkan pengguna membuat dashboard tanpa harus memahami SQL atau infrastruktur data.
CEO sekaligus co-founder Dune, Fredrik Haga, mengatakan pemangkasan karyawan dilakukan untuk mempertegas arah perusahaan. Ia menyebut Dune kini ingin mengarahkan lebih banyak energi ke AI dan ke institusi yang masuk ke blockchain.
Haga juga menegaskan bahwa Dune berada dalam posisi permodalan yang kuat. Menurut dia, perusahaan tetap mengejar pertumbuhan jangka panjang meski mengambil langkah efisiensi yang besar.
Pergeseran fokus ini tidak muncul secara tiba-tiba. Dua bulan sebelumnya, Haga mengumumkan bahwa Dune telah menggelar 300 wawancara pada Maret untuk posisi engineering dan data.
Pada saat itu, perusahaan menetapkan “AI fluency” sebagai syarat mutlak dalam proses perekrutan. Haga bahkan menulis bahwa Dune tidak akan merekrut kandidat yang tidak aktif mengeksplorasi bagaimana AI mengubah bidang kerja mereka.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu di Dune. Teknologi itu sudah masuk ke inti strategi operasional dan cara perusahaan membangun tim.
Di sisi produk, Haga menggambarkan Dune sebagai satu-satunya pemain yang telah membangun tumpukan teknologi end-to-end untuk data kripto. Klaim itu menjadi dasar bagi upaya perusahaan memperkuat posisinya di tengah pasar yang berubah cepat.
Langkah Dune juga sejalan dengan pola yang lebih luas di industri kripto. Setelah masa ekspansi panjang, banyak perusahaan kini mengejar efisiensi dan memakai AI untuk menggantikan tugas tingkat rendah serta meningkatkan output tim yang lebih kecil.
Beberapa perusahaan lain telah mengambil langkah serupa. Coinbase baru-baru ini mengumumkan pemotongan 14% karyawan sebagai bagian dari perombakan struktural menuju model operasi yang mengutamakan AI.
Algorand Foundation memangkas 25% staf pada Maret, sedangkan Gemini memotong porsi yang sama pada Februari. Gemini juga keluar dari pasar Uni Eropa, Inggris, dan Australia.
Robert Lycett, Head of Recruitment di marketplace kepatuhan global RiskPod, melihat ada dua kekuatan yang bergerak bersamaan. Ia menilai AI menekan biaya di level junior, terutama untuk pekerjaan administratif yang bisa menghemat ratusan ribu dolar dari beban gaji.
Namun Lycett juga berpendapat AI kerap dipakai sebagai alasan yang nyaman untuk membenarkan PHK yang sebenarnya dipicu kondisi pasar. Menurut dia, perusahaan kini lebih memprioritaskan profitabilitas dan efisiensi ketimbang pertumbuhan, dan pola itu terjadi secara global di sektor kripto dan Web3.
Pandangan serupa datang dari Vedang Vatsa, founder papan lowongan kerja Web3 HashtagWeb3.com. Ia menilai pemangkasan ini bukan berarti pekerjaan Web3 hilang sepenuhnya, melainkan peran teknis dasar dikurangi agar tim tetap ramping.
Vatsa menambahkan bahwa perusahaan justru bersedia membayar mahal engineer yang bisa memasukkan AI ke dalam produk blockchain. Artinya, permintaan terhadap talenta yang mampu menggabungkan dua bidang itu masih tetap ada.
Shubhada Pande, founder Art of Blockchain, melihat perubahan ini sebagai proses perancangan ulang cara kerja. Ia menilai otomatisasi membuat tim kecil mampu menangani riset, operasi, dan konten secara lebih efisien.
Menurut Pande, peran yang terkait pekerjaan repetitif atau bernilai rendah menjadi yang paling rentan. Ia juga menilai profesional kini harus mampu bekerja dengan alat AI, memeriksa keluarannya, dan tetap membawa penilaian manusia yang tidak sepenuhnya bisa digantikan otomatisasi.
Dalam pandangan Pande, AI bukan hanya memangkas pekerjaan, tetapi juga menaikkan standar untuk menentukan seperti apa peran Web3 yang berkelanjutan. Pergeseran itu memperkuat arah industri menuju profitabilitas, tim yang lebih ramping, dan operasi yang lebih berstandar institusional.
