Komunitas penggemar Zelda kembali menunjukkan bahwa proyek buatan fan tidak selalu berhenti di level percobaan. The Legend of Zelda: Twilight Princess kini hadir di PC sebagai port native, dengan hasil yang sudah memperlihatkan visual lebih tajam dan performa yang lebih tinggi.
Yang membuat proyek ini menonjol bukan sekadar karena game klasik Nintendo itu akhirnya bisa berjalan di komputer. Port ini dibangun lewat recompile native, bukan lewat emulator, sehingga membuka ruang untuk peningkatan teknis yang lebih dalam bagi pemain yang ingin kembali ke Twilight Princess dengan tampilan yang lebih modern.
Dari Dusk ke Dusklight
Proyek ini awalnya diumumkan dengan nama Dusk. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Dusklight setelah muncul dugaan adanya konflik penamaan dengan game Dusk milik New Blood Interactive, menurut unggahan seorang anggota tim pengembang di Discord.
Dusklight sendiri dibangun dari dekompilasi terbaru versi GameCube dan Wii dari Twilight Princess. Pendekatan ini memungkinkan game berjalan langsung di PC sekaligus memberi dasar untuk penyesuaian teknis dan fitur tambahan yang tidak ada di rilis aslinya.
Tampilan lebih tajam, kontrol lebih nyaman
Salah satu daya tarik terbesar Dusklight ada pada dukungan tekstur HD dan 4K. Port ini juga mendukung frame rate yang lebih tinggi, sehingga pengalaman bermain bisa terasa lebih mulus dibandingkan versi aslinya di perangkat lama.
Saat game dijalankan, pemain bisa memilih antara tampilan orisinal atau versi yang sudah diperbarui secara visual. Opsi ini membuat pemain bebas mempertahankan nuansa klasik atau beralih ke presentasi yang lebih modern.
Fitur tambahannya juga tidak berhenti di sisi grafis. Dusklight membawa gyro aiming, tombol yang bisa diatur ulang, serta sejumlah peningkatan kualitas hidup yang dirancang agar pengalaman bermain di PC terasa lebih nyaman.
Dukungan mod ikut jadi nilai penting
Port ini juga kompatibel dengan sejumlah mod yang sebelumnya dipakai lewat emulator Cemu. Salah satu yang disebut adalah paket tekstur HD dan 4K buatan Henriko Magnifico, yang sudah populer di kalangan pemain Twilight Princess versi emulator.
Kompatibilitas ini memperluas opsi kustomisasi bagi pemain. Dengan begitu, port native ini bukan hanya menawarkan cara baru untuk memainkan game, tetapi juga membuka jalan untuk memakai peningkatan visual yang sudah lama dikembangkan komunitas.
Dalam pengujian awal yang dibagikan, proyek ini disebut berjalan sangat baik meski masih berada di rilis pertamanya. Game dilaporkan bisa berjalan di ROG Xbox Ally X pada 1080p dan 60fps dengan paket tekstur 4K dari Henriko Magnifico, meski sesekali masih muncul penurunan frame kecil.
Masih ada pekerjaan yang perlu dibereskan
Walau hasil awalnya menjanjikan, Dusklight belum sepenuhnya lepas dari catatan teknis. Dukungan mod disebut masih agak membingungkan, dan belum terlihat opsi bawaan untuk mengunci frame rate di 60fps.
Karena itu, pengujian tadi memakai alat internal dari AMD untuk membantu menjaga performa. Meski begitu, pengalaman keseluruhan tetap dinilai mulus untuk proyek yang masih berada di tahap awal.
Untuk memainkannya, pengguna tidak bisa langsung mengunduh game penuh dari proyek ini. Pemain harus menyiapkan dump ROM Twilight Princess milik sendiri, lalu memasangkannya dengan Dusklight yang tersedia untuk diunduh melalui GitHub.
Model distribusi seperti ini umum pada proyek dekompilasi dan recompile game lawas. Pengembang menyediakan alat serta port-nya, sementara file game tetap harus berasal dari salinan yang dimiliki pemain sendiri.
Kehadiran Dusklight juga memperpanjang tren port native Zelda di PC. Sebelumnya, komunitas sudah menghadirkan Ship of Harkinian untuk The Legend of Zelda: Ocarina of Time, lalu 2ship2harkinian untuk Majora’s Mask.
Dengan masuknya Twilight Princess ke daftar itu, semakin banyak game Zelda 3D klasik yang mendapatkan cara baru untuk dimainkan di perangkat modern. Di luar Twilight Princess, The Legend of Zelda: Minish Cap juga disebut baru-baru ini mendapatkan proyek native PC tersendiri.
