Sejumlah ruas utama Jakarta akan ikut redup selama satu jam ketika aksi Earth Hour digelar malam ini. Pemadaman itu berlangsung pada pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dan menyasar lampu jalan, gedung, hingga berbagai titik ikonik di ibu kota.
Aksi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi sekaligus ajakan untuk menghemat energi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong warga ikut berpartisipasi agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
Fokus pada penghematan energi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Sadikin, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting. Menurutnya, partisipasi publik dibutuhkan untuk memperkuat kesadaran terhadap pengendalian pencemaran lingkungan dan upaya menekan emisi gas rumah kaca.
Pemadaman serentak ini diharapkan memberi pesan bahwa perilaku hemat energi bisa dimulai dari langkah sederhana. Dalam skala kota, satu jam tanpa cahaya buatan di sejumlah titik strategis menjadi simbol ajakan bersama untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Kawasan yang ikut dipadamkan
Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 menjadi dasar pelaksanaan pemadaman di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski begitu, layanan publik tetap dijaga agar tidak terganggu selama kegiatan berlangsung.
Fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik tetap beroperasi normal. Dengan begitu, aksi Earth Hour bisa berjalan tanpa menghambat kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap dilayani.
Di Jakarta Pusat, pemadaman mencakup Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, seputaran Jl. Medan Merdeka, Jl. Gerbang Pemuda, dan Jl. Asia Afrika. Sementara itu, di Jakarta Utara, lampu dipadamkan di Jl. Yos Sudarso dan Jl. Perintis Kemerdekaan.
Untuk wilayah Jakarta Timur, ruas yang ikut gelap meliputi Jl. Dr. Sumarno dan Jl. Perintis Kemerdekaan. Di Jakarta Barat, pemadaman dilakukan di Jl. Daan Mogot dan Jl. Kembangan Raya, sedangkan Jakarta Selatan mencakup Jl. Prapanca Raya, Jl. Rasuna Said, Jl. Sudirman, Jl. Gerbang Pemuda, dan Jl. Asia Afrika.
Titik ikonik Jakarta ikut meredup
Tidak hanya jalan utama yang terdampak, sejumlah bangunan dan monumen yang menjadi simbol kota juga masuk dalam agenda pemadaman. Gedung Balai Kota, Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda Membangun, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman ikut dimatikan lampunya.
Lampu air mancur di beberapa titik juga dipadamkan selama kegiatan berlangsung. Kehadiran kawasan ikonik dalam aksi ini diharapkan membuat pesan penghematan energi lebih mudah terlihat oleh warga dan pengendara yang melintas.
Ajakan tidak berhenti di satu malam
Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan pihak swasta, pusat perbelanjaan, dan hotel untuk ikut ambil bagian. Kolaborasi lintas sektor ini dipandang penting agar pesan hemat energi menjangkau lebih banyak ruang aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Dudi Gardesi Sadikin menyampaikan bahwa Earth Hour bukan sekadar memadamkan lampu untuk sementara. Aksi ini diarahkan untuk membangun kebiasaan baru yang lebih peduli pada lingkungan, sehingga dampaknya bisa terasa lebih luas daripada satu jam pemadaman.
Saat malam tiba, wajah Jakarta akan tampak berbeda untuk sesaat ketika sejumlah titik penting meredup bersamaan. Warga pun didorong memadamkan lampu di rumah masing-masing agar pesan Earth Hour semakin luas dan menjadi dukungan nyata bagi upaya penghematan energi di ibu kota.
