Persaingan pasar PHEV Indonesia kini tidak lagi hanya soal siapa yang paling dulu menguasai pasar. Wuling Eksion PHEV langsung memberi sinyal kuat lewat raihan 183 unit, angka yang membuat posisi Chery Tiggo 8 CSH sebagai pemimpin pasar mulai terasa lebih tertekan.
Chery Tiggo 8 CSH memang masih berada di urutan pertama dengan 229 unit terjual hingga bulan lalu. Namun, selisih 46 unit dengan Eksion PHEV menunjukkan bahwa jarak di papan atas belum cukup lebar untuk membuat kompetisi aman.
Penantang baru langsung memberi tekanan
Yang membuat situasi ini menarik adalah laju Eksion PHEV yang datang sebagai model baru di Indonesia. Meski baru resmi dijual, model tersebut sudah mampu mengumpulkan volume yang mendekati pemimpin pasar dalam periode yang sama.
Performa itu penting karena menunjukkan respons konsumen terhadap pemain baru di segmen plug-in hybrid cukup cepat. Jika tren penjualannya terus terjaga, jarak dengan Tiggo 8 CSH berpotensi menyempit lebih cepat dari perkiraan.
Kelompok tengah mulai ramai
Di bawah dua nama teratas, peta persaingan juga tidak kalah dinamis. Chery Tiggo 9 CSH menempati posisi ketiga dengan 52 unit, disusul Geely Starray EM-i yang meraih 35 unit.
Posisi berikutnya diisi Jaecoo J8 SHS dengan 31 unit. Susunan ini memperlihatkan bahwa pasar PHEV mulai diisi lebih banyak model baru dengan volume yang saling berdekatan di kelompok menengah.
Merek lain ikut bergerak, meski volumenya lebih kecil
Masih ada beberapa model lain yang ikut mencatat penjualan. Mazda CX-80 membukukan 14 unit, Wuling Darion PHEV 10 unit, Lexus RX 450h+ 9 unit, dan Jaecoo J7 SHS 6 unit.
Angka-angka tersebut menegaskan bahwa pasar belum terkonsentrasi pada satu atau dua pemain saja. Di saat yang sama, perubahan susunan penjualan di internal beberapa merek juga mulai terlihat.
Dampak paling terasa di Wuling Darion PHEV
Salah satu sorotan utama ada pada Wuling Darion PHEV yang hanya mencatat 10 unit. Kondisi ini kontras dengan performa model tersebut sebelumnya yang sempat bisa terjual hingga ratusan unit per bulan.
Penurunan itu terjadi setelah kehadiran Eksion PHEV di bulan yang sama. Artinya, pemain baru ini tidak hanya menekan model di papan atas, tetapi juga ikut menggeser pilihan konsumen di kelas SUV dan PHEV yang memiliki karakter dan rentang harga serupa.
Dominasi Chery masih bertahan, tapi tekanannya naik
Meski persaingan makin rapat, Chery belum kehilangan posisi teratas. Tiggo 8 CSH masih menjadi acuan pasar PHEV untuk saat ini, sementara Tiggo 9 CSH juga tetap masuk daftar model yang mencatat penjualan.
Namun, tantangan terbesar Chery sekarang bukan sekadar mempertahankan posisi, melainkan menjaga momentum saat pesaing baru mulai membangun basis penjualan. Situasi pasar akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat Eksion PHEV mempertahankan ritme debutnya yang agresif.
Di sisi lain, komposisi penjualan yang mulai tersebar ke lebih banyak model membuat pasar PHEV Indonesia bergerak ke fase yang lebih terbuka. Jika pola ini berlanjut, persaingan di segmen tersebut akan semakin sulit diprediksi.
