Ekspor Masih Tertekan, Suryopratomo Hadapi Beban Biaya Energi Di Gajah Tunggal

Author: Redaksi Android62

Kinerja PT Gajah Tunggal Tbk masih ditopang pasar domestik di tengah tekanan yang datang dari luar negeri dan lonjakan biaya energi. Di saat perusahaan harus menjaga margin tetap stabil, Suryopratomo kini resmi memimpin produsen ban terbesar di Asia Tenggara itu sebagai Presiden Direktur.

Penunjukan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Movenpick Hotel, Jakarta. Saat dikonfirmasi pada Sabtu petang, Suryopratomo menjawab singkat bahwa dirinya benar menjabat posisi itu.

Pasar dalam negeri jadi penopang

Manajemen melihat kondisi usaha di pasar domestik masih berjalan baik dan menjadi tumpuan utama kinerja perusahaan. Sementara itu, ekspor belum sepenuhnya pulih karena masih terdampak dinamika geopolitik dan geoekonomi.

Suryopratomo menilai perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan risiko dari pasar luar negeri. Hingga kuartal I 2026, realisasi kinerja operasional disebut masih berada di jalur aman dan sesuai target.

Biaya energi tetap jadi tekanan

Di sisi lain, kenaikan harga energi terus menjadi perhatian besar bagi perusahaan. Suryopratomo menyebut pihaknya sedang memitigasi dampak kenaikan tersebut agar tidak mengganggu kinerja keuangan maupun operasional.

Bagi industri manufaktur ban, energi memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi produksi. Karena itu, tekanan pada biaya energi dapat langsung memengaruhi ruang gerak perusahaan ketika kondisi pasar belum sepenuhnya stabil.

Latar belakang kepemimpinan baru

Suryopratomo bukan sosok baru dalam dunia kepemimpinan. Sebelum masuk ke industri manufaktur ban, ia lebih dulu dikenal luas melalui kiprah panjang di media dan diplomasi.

Ia merupakan lulusan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor dan memulai karier di Harian Kompas. Di perusahaan itu, ia pernah menjadi Pemimpin Redaksi pada 2000 sampai 2008 dan menjabat Wakil CEO Kompas Gramedia Group pada 2005 hingga 2008.

Kariernya kemudian berlanjut ke Metro TV sebagai Direktur Pemberitaan pada 2008 hingga 2016. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Direktur Utama pada 2017 hingga 2019, lalu bergabung dalam Board of Executive Media Group pada Januari hingga September 2020.

Bekal dari media dan diplomasi

Sesudah berkiprah di dunia media, Suryopratomo masuk ke jalur diplomasi. Ia menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Singapura pada September 2020 hingga Desember 2025.

Pengalaman panjang itu kini menjadi bekal saat ia memimpin Gajah Tunggal pada periode yang penuh tantangan. Perusahaan harus tetap menjaga kinerja operasional, mengendalikan biaya, dan menghadapi pasar ekspor yang masih bergejolak.

Berita Terbaru