El Obeid Di Ujung Ancaman Baru, Inggris Mendesak Dunia Bertindak Lebih Keras di Sudan

Author: Redaksi Android62

Inggris mendesak komunitas internasional mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan kekerasan di Sudan, ketika perhatian dunia kembali mengarah ke El Obeid. Yvette Cooper memperingatkan bahwa kota itu tidak boleh berubah menjadi “tragedi tak masuk akal berikutnya” di tengah meningkatnya kekhawatiran atas serangan drone.

Seruan itu muncul menjelang debat darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Jumat. Dalam pandangan Cooper, forum tersebut menjadi ujian bagi dunia untuk menunjukkan persatuan dan keteguhan, bukan membiarkan kekerasan berkembang tanpa penanganan yang sepadan.

Serangan drone dan ancaman terhadap warga sipil

Cooper mengatakan puluhan serangan drone telah menghantam El Obeid dalam beberapa pekan terakhir. Serangan itu disebut menargetkan pekerja bantuan, menewaskan warga sipil, dan mengganggu akses ke layanan penting.

Situasi tersebut membuat El Obeid menjadi titik perhatian baru dalam perang yang telah menimbulkan penderitaan luas. Serangan yang terus berulang juga memperkuat kekhawatiran bahwa pola kekerasan mematikan dapat kembali terjadi bila respons internasional terlambat.

Fakta Kunci Keterangan
Lokasi yang disorot El Obeid di Sudan
Bentuk ancaman Puluhan serangan drone dalam beberapa pekan terakhir
Dampak utama Menewaskan warga sipil, menargetkan pekerja bantuan, dan mengganggu layanan penting
Forum internasional Debat darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB

Pelajaran pahit dari El Fasher

Cooper juga menyinggung El Fasher sebagai contoh kegagalan dunia melindungi warga. Ia menyebut tahun lalu dunia gagal terhadap penduduk El Fasher, tempat terjadinya kekejaman yang mengerikan.

Pernyataan itu menempatkan El Obeid dalam konteks yang lebih luas, yakni risiko berulangnya bencana kemanusiaan di Sudan. London khawatir, tanpa tekanan yang konsisten, kekerasan dapat terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain.

Tekanan pada negara-negara yang punya pengaruh

Cooper menilai perang di Sudan terus bertahan karena ada dukungan dari luar. Ia mengatakan lebih dari selusin negara terlibat dalam aliran senjata dan bentuk dukungan lain kepada pihak-pihak yang bertikai.

Karena itu, ia mendesak pihak-pihak yang memicu konflik untuk menghentikannya sekarang. Ia juga meminta negara atau pihak yang punya pengaruh terhadap para aktor di lapangan segera menggunakannya untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.

Korban sipil terus bertambah

Seorang pejabat senior PBB sebelumnya mengatakan serangan drone menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil di negara yang dilanda perang itu dalam lima bulan pertama 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya biaya kemanusiaan dari konflik yang belum mereda.

Di tengah angka korban yang terus bertambah, Inggris menekan agar perhatian dunia tidak berhenti pada kecaman. Fokus utama, menurut Cooper, adalah menghentikan kekerasan sebelum El Obeid menyusul wilayah lain yang lebih dulu jatuh ke dalam tragedi.

Berita Terbaru