AI Ubah Wajah Elii Emeghebo, Gugatan Ini Menyeret Peter Jackson Australia

Author: Redaksi Android62

Model Nigerian-Australia, Elii Emeghebo, membawa sengketa penggunaan citranya ke Australian Human Rights Commission setelah menemukan gambar yang menurutnya telah diubah secara drastis oleh AI. Ia menilai hasil akhir itu telah mengubah fitur wajah, warna kulit, dan warna mata menjadi jauh lebih putih hingga tampak seperti “white twin”.

Kasus ini langsung memantik perhatian karena menyentuh persoalan yang makin sering muncul di industri mode dan periklanan. Di tengah pemakaian teknologi generatif, muncul pertanyaan baru tentang batas pengeditan gambar ketika identitas seseorang ikut diubah.

Gambar yang dianggap tidak lagi mencerminkan dirinya

Emeghebo melihat gambar itu saat melintas di etalase toko Peter Jackson di Pitt Street, Sydney, menurut laporan ABC News Breakfast. Ia pernah menjadi model untuk merek tersebut, tetapi kali ini ia mengaku tidak mengenali dirinya dari versi kampanye yang sudah dimodifikasi.

Dalam pernyataannya kepada ABC News Breakfast, Emeghebo mengatakan hidungnya diubah bentuknya, warna kulit dan warna matanya dibuat jauh lebih terang, serta bentuk alis dan mata ikut disesuaikan agar terlihat lebih Eurocentrik. Ia menilai perubahan itu bukan sekadar penyuntingan visual, melainkan penghilangan identitas rasialnya dari gambar yang masih memakai sosoknya.

Sengketa kompensasi dan tuduhan whitewashing

Emeghebo menuduh Peter Jackson Australia melakukan whitewashing dan menjadikannya contoh diskriminasi rasial. Ia juga menyebut perusahaan tidak memberikan kompensasi atas penggunaan gambar tersebut, meski gambar itu disebut hanya dipakai untuk promosi di kanal digital merek.

Paloma Buhagiar Cole, principal legal officer dari Victoria’s Young Workers Center yang membantu kasus ini, mengatakan pihak manusia memilih gambar tertentu dan memilih versi yang “dihilangkan identitas Elii”. Cole juga menyebut Emeghebo seharusnya menerima pembayaran untuk gambar hasil AI itu.

Cole menambahkan bahwa Emeghebo memiliki kontrak yang sangat spesifik untuk penggunaan tertentu. Menurutnya, perusahaan tidak benar-benar membayar penggunaan gambar yang dipersoalkan dalam perkara ini.

Respons Peter Jackson Australia

Peter Jackson Australia mengakui penggunaan “AI-assisted tools” yang menghasilkan gambar Emeghebo yang “substantially transformed”. Perusahaan juga menyatakan bahwa Emeghebo telah dibayar penuh untuk sesi pemotretan.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan bahwa gambar asli Emeghebo yang tidak diubah telah digunakan di berbagai kanal sesuai perjanjian. Mereka membantah proses tersebut dilakukan karena ras, warna kulit, atau asal etnis Emeghebo.

Dalam pernyataannya, Peter Jackson Australia menolak sepenuhnya tuduhan diskriminasi rasial yang disengaja. Meski begitu, penjelasan tersebut tidak meredakan sorotan terhadap etika penggunaan AI untuk mengubah tampilan model.

Aspek Keterangan Pihak Terkait
Perubahan gambar Fitur wajah, warna kulit, dan warna mata dibuat lebih putih dan lebih Eurocentrik Elii Emeghebo
Pengakuan teknologi Menggunakan AI-assisted tools dan menghasilkan gambar yang substantially transformed Peter Jackson Australia
Persoalan utama Hak atas citra diri, kompensasi penggunaan gambar, dan batas penggunaan AI dalam iklan Sengketa publik

Dorongan agar kasus ini mengubah praktik industri

Bagi Emeghebo, persoalan ini tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia mengatakan ingin melihat perubahan yang lebih besar di industri agar kejadian serupa tidak terulang, terutama ketika perkembangan AI makin memengaruhi model dan orang kulit berwarna.

Sengketa ini kini menjadi perhatian karena mempertemukan tiga isu sekaligus, yakni hak atas citra diri, kompensasi penggunaan gambar, dan batas pemakaian AI dalam iklan. Kasus Emeghebo menambah daftar pertanyaan tentang bagaimana perusahaan seharusnya memakai teknologi generatif tanpa menghapus identitas orang di dalam gambar.

Berita Terbaru