Katedral Cologne Kini Bertiket, Tradisi Gratis yang Memicu Penolakan

Author: Redaksi Android62

Katedral Cologne kini memberlakukan tiket masuk €12 bagi pengunjung yang datang melalui gerbang barat. Kebijakan ini langsung menandai perubahan besar bagi salah satu ikon paling terkenal di Jerman, yang selama ini dapat dimasuki tanpa biaya.

Penerapan tarif baru tersebut mulai berlaku pada Rabu, saat pihak katedral berupaya menutup biaya perawatan dan perlindungan bangunan bersejarah itu. Menurut catatan dpa, pembeli tiket pertama sudah datang ke loket pada pagi hari, meski jumlahnya masih sedikit saat loket dibuka.

Akses gratis tetap dibuka pada hari tertentu

Meski ada tiket baru, Katedral Cologne masih menyediakan akses tanpa biaya pada hari-hari tertentu sepanjang tahun. Kebijakan gratis itu berlaku dari Epifani pada 6 Januari hingga Minggu berikutnya, pada May Day, serta pada 3 Oktober saat Jerman memperingati reunifikasi.

Selain itu, umat yang masuk melalui gerbang utara tetap dapat berdoa di area khusus tanpa membayar tarif masuk. Anak-anak di bawah 13 tahun dan penyandang disabilitas berat juga dikecualikan dari ketentuan tiket baru tersebut.

Fokus pada perawatan bangunan abad ke-13

Katedral mengatakan pendapatan dari tiket akan digunakan untuk mendukung pemeliharaan dan perlindungan bangunan bertiang dua menara yang berasal dari abad ke-13 itu. Markus Frädrich dari dewan katedral menegaskan bahwa area doa gratis tetap menjadi bagian penting dari konsep pengunjung yang baru.

Ia juga menyebut Katedral Cologne akan tetap menjadi tempat ibadah yang terbuka untuk doa dan refleksi pribadi. Dengan begitu, fungsi keagamaan dan kebutuhan konservasi bangunan diupayakan berjalan beriringan.

Keterangan Detail
Tiket masuk €12
Akses gratis Epifani 6 Januari hingga Minggu berikutnya, May Day, dan 3 Oktober
Pengecualian Anak di bawah 13 tahun dan penyandang disabilitas berat
Penerima manfaat Perawatan dan perlindungan bangunan

Salah satu landmark paling ramai di Jerman

Katedral Katolik yang berada di pusat Cologne itu terletak di sebelah Sungai Rhine dan stasiun kereta utama. Lokasinya membuat tempat ini menjadi salah satu landmark paling ramai dikunjungi di Jerman dengan sekitar 6 juta pengunjung setiap tahun.

Karena status dan tingginya jumlah kunjungan itu, keputusan memungut tarif langsung memicu perdebatan di kalangan warga lokal maupun wisatawan. Di sisi lain, pengelola menilai beban biaya yang terus meningkat membuat langkah tersebut sulit dihindari.

Berita Terbaru