Lebih dari 2.900 perangkat GPS dan 2.200 unit CCTV kini terhubung ke pusat kendali Elnusa Petrofin untuk mengawasi armada distribusi energi selama 24 jam. Sistem ini digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, serta performa operasi secara waktu nyata.
Pengawasan terpusat tersebut dijalankan melalui Road Traffic Control atau RTC. Keberadaan RTC menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko distribusi BBM dan LPG yang melibatkan perjalanan panjang, armada besar, serta rute di berbagai wilayah Indonesia.
Pengawasan dari Rute hingga Tujuan
RTC menampilkan data armada melalui dashboard digital agar potensi gangguan perjalanan dapat diketahui lebih cepat. Tujuannya ialah mencegah dampak terhadap keselamatan pengemudi, keamanan muatan, dan ketepatan penyaluran energi.
Elnusa Petrofin juga menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energinya. Sistem ini memetakan risiko sejak rute direncanakan sampai kendaraan tiba di lokasi tujuan.
| Area Pengendalian | Sistem atau Fasilitas | Peran Utama |
|---|---|---|
| Pemantauan perjalanan | RTC, GPS, dan CCTV | Mengawasi armada dan perilaku berkendara secara waktu nyata |
| Risiko rute | Journey Risk Management | Mengidentifikasi risiko sejak perencanaan hingga tujuan |
| Kesiapan pengemudi | Fit to Work | Memastikan Awak Mobil Tangki siap bertugas |
| Perawatan kendaraan | MMS, MMS Lite, dan OMI | Mendukung inspeksi serta pencatatan pemeliharaan |
Sebelum menjalankan tugas, Awak Mobil Tangki atau AMT mengikuti program Fit to Work. Pemantauan melalui CCTV armada dan pusat monitoring juga dipakai untuk mencegah kelelahan pengemudi serta menekan risiko kesalahan manusia di jalan.
Untuk perjalanan jarak jauh, perusahaan menyediakan Rest Area dan Check Point di jalur distribusi strategis. Fasilitas tersebut menjadi tempat pengemudi beristirahat agar memiliki waktu pemulihan yang cukup dan tetap waspada.
Data Perawatan Menopang Keandalan Armada
Pengendalian distribusi tidak hanya berfokus pada perjalanan, melainkan juga kondisi kendaraan sebelum beroperasi. Elnusa Petrofin menggunakan Maintenance Management System atau MMS dan MMS Lite secara terintegrasi untuk mendukung keandalan armada.
Program pemeliharaan itu diperkuat melalui kerja sama dengan Agen Tunggal Pemegang Merek kendaraan. Inspeksi berkala dilakukan dengan dukungan ATPM untuk menjaga standar pemeliharaan armada pengangkut energi.
Data hasil pemeliharaan dicatat melalui aplikasi digital Operational Maintenance Information atau OMI. Pencatatan tersebut memungkinkan keputusan terkait perawatan kendaraan diambil lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Di sisi keamanan, sistem surveillance diterapkan pada sejumlah kegiatan penyaluran di Terminal Bahan Bakar Minyak strategis. Pengawasan mencakup kegiatan di Jambi, Medan, dan Pontianak guna memperkuat pengamanan serta kendali operasional.
Standar Keselamatan hingga Fasilitas Energi
Pendekatan keselamatan juga diterapkan pada fasilitas di luar armada pengangkut. SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, dan LPG Terminal Amurang menggunakan Process Safety Asset Integrity Management System atau PSAIMS.
PSAIMS diperkuat melalui studi Hazard Identification dan Hazard and Operability Study yang dilakukan secara berkala. Langkah ini ditujukan untuk mengenali potensi bahaya, meningkatkan integritas fasilitas, dan menjaga proses operasi sesuai standar keselamatan industri migas.
Dalam periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, Elnusa Petrofin mengerahkan lebih dari 7.000 AMT. Pengerahan itu dilakukan agar distribusi BBM dan LPG tetap berjalan di seluruh Indonesia pada masa kebutuhan energi meningkat.
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, mengatakan keselamatan dan keandalan operasi merupakan prioritas yang tidak terpisahkan. “Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Ferdiansyah dalam keterangan yang dimuat Medcom.id.
Memasuki usia 30 tahun, Elnusa Petrofin mengoperasikan solusi logistik energi terintegrasi di lebih dari 98 lokasi. Operasinya mendukung penyaluran energi melalui jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga, sekaligus mencakup BBM, LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, pengelolaan terminal energi, dan chemical logistics.
Perusahaan juga mengintegrasikan HSSE dengan efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui tema “Connecting Your Energy”, Elnusa Petrofin menargetkan layanan logistik energi yang aman, andal, serta berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Source: www.medcom.id






